Jokowi Segera Resmikan Jalur Layang Kereta Api Bandara Kualanamu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir menggenangi Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu 1 Januari 2020. Banjir menjadi kado Tahun Baru 2020. Banjir terjadi di hampir wilayah Jabodetabek imbas turunnya hujan sejak Selasa malam hingga pagi ini. Banjir membuat lumpuh aktivitas sebagian warga Jakarta untuk mengawali tahun 2020. Bahkan sejumlah perjalanan kereta api di area PT KAI Daop 1 Jakarta mengalami gangguan. Stasiun Tanah Abang kebanjiran, KRL ke Serpong dan KA Bandara Berhenti Beroperasi. TEMPO/Subekti.

    Banjir menggenangi Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu 1 Januari 2020. Banjir menjadi kado Tahun Baru 2020. Banjir terjadi di hampir wilayah Jabodetabek imbas turunnya hujan sejak Selasa malam hingga pagi ini. Banjir membuat lumpuh aktivitas sebagian warga Jakarta untuk mengawali tahun 2020. Bahkan sejumlah perjalanan kereta api di area PT KAI Daop 1 Jakarta mengalami gangguan. Stasiun Tanah Abang kebanjiran, KRL ke Serpong dan KA Bandara Berhenti Beroperasi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi rencananya akan meresmikan jalur layang Kereta Api Bandara Kualanamu, Sumut pada Januari atau Februari 2020. "Kemenhub sudah melaporkan jalur layang KA Bandara Kualanamu yang sudah dioperasikan mulai Desember ke Presiden Jokowi. Diharapkan Presiden meresmikannya pada Januari atau Februari," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Stasiun KA Medan, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Menhub menegaskan, dengan jalur layang KA sepanjang 10,8 kilometer itu, diharapkan kereta api semakin menjadi moda transportasi pilihan bagi masyarakat. Budi Karya Sumadi mengatakan, jalur layang kereta api adalah anugerah bagi Kota Medan.

    Dengan jalur layang kereta api, lalu lintas akan menjadi lebih lancar karena perjalanan kereta api melalui rel biasa atau di bawah berkurang. Waktu tempuh perjalanan KA ke Bandara Kualanamu juga jadi lebih singkat atau 28 menit.

    Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri mengungkapkan, pembangunan jalur layang kereta sepanjang 10,8 kilometer itu dan sarana pelengkap lainnya dibiayai APBN/SBSN sebesar Rp2,86 triliun.

    Dengan pembangunan jalur layang itu telah menghilangkan 9 titik perlintasan sebidang. Jalur layang itu mulai dioperasikan Desember 2019 sejalan dengan dilaksanakannya Gapeka 2019, 1 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.