PLN: 95,5 Persen Listrik Wilayah Terdampak Banjir Telah Menyala

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana (kiri) berjabat tangan dengan petugas siaga antisipasi banjir PLN saat inspeksi ke di Gardu Induk Penggilingan, Jakarta, Kamis (27/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana (kiri) berjabat tangan dengan petugas siaga antisipasi banjir PLN saat inspeksi ke di Gardu Induk Penggilingan, Jakarta, Kamis (27/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tempo.Co, Jakarta - Executive Vice President Corporate Communication and CSR, I Made Suprateka mengatakan PLN terus memeriksa dan membersihkan gardu-gardu distribusi yang terdampak banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dan Banten.

    "Terpantau hingga pukul 10.00 WIB, 95,5 persen gardu distribusi terdampak banjir telah menyala," kata Suprateka dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Dari total 6.318 gardu distribusi terdampak banjir, PLN telah menyalakan sebanyak 6.036 Gardu distribusi, atau 95, 5 persen gardu dan sisa 282 gardu distribusi masih dipadamkan sementara demi keamanan warga.

    Wilayah yang masih banyak mengalami pemadaman di wilayah Banten Selatan dengan total 86 gardu distribusi. Sementara wilayah lainnya sebagian besar telah menyala.

    "Untuk Banten Selatan banjirnya cukup parah, karena banjir bandang dan longsor memutuskan akses jalan di Kabupaten Lebak. Sehingga listriknya belum bisa kami nyalakan," ujar I Made Suprateka.

    Untuk mempercepat proses pemeriksaan, hari ini PLN juga menerjunkan 3.337 personil, termasuk tambahan personil yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Personil tersebut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan menyalakan kembali gardu-gardu distribusi yang aman.

    Sebelum menyalakan aliran listrik, PLN perlu memastikan bahwa gardu, jaringan, dan instalasi pelanggan aman. PLN melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir. PLN akan menyalakan aliran listrik setelah penandatanganan berita acara dengan Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat yang menyatakan instalasi listrik di rumah warga aman.

    “Sebelum menyalakan listrik di rumah, warga juga harus berhati-hati, pastikan peralatan listrik di rumah sudah bersih dan kering sebelum digunakan, karena ini juga berpotensi menyebabkan tersetrum,” kata dia.

    Untuk yang wilayahnya masih mengalami pemadaman, PLN juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan genset. "Mungkin masyarakat sangat ingin menyalakan listrik, karena listrik PLN belum aman untuk dinyalakan, warga menggunakan genset karena merasa rumahnya sudah aman dari banjir. Padahal instalasi listriknya masih belum aman, ini juga harus diperhatikan, karena berpotensi tersetrum," ujar dia.

    Tidak hanya fokus menyalakan listrik, PLN juga hadir menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir. Total penyaluran bantuan yang telah disalurkan PLN untuk korban terkena banjir sebesar Rp 610 juta dalam bentuk makanan siap santap, baju, selimut, obat-obatan, makanan bayi, popok bayi, dan air mineral.

    Selain itu, PLN juga membuka posko dapur umum di tiga lokasi, yaitu Cengkareng, Pondok Gede, dan Cempaka Putih. Melalui dapur umum tersebut, PLN berhasil membuat dan menyalurkan 2.230 porsi makanan untuk korban banjir di sekitar lokasi dapur umum.

    "Sebagai BUMN tentu kami ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, semoga kehadiran kami dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah," kata Suprateka.

    PLN, kata dia, juga menyalurkan bantuan makanan siap santap ke warga-warga yang rumahnya tergenang banjir di kawasan Jakarta Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.