Banjir, Luhut Pandjaitan Minta Anies Cs Berani Bebaskan Lahan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mesti berani dalam membebaskan lahan. Dengan demikian, penanggulangan banjir bisa dilakukan sesuai rencana.

    "Harus ada keberanian juga kalau enggak mau ada pergeseran ya banjir seperti ini," ujar Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020.

    Dia mengatakan saat ini lahan untuk aliran sungai semakin sempit, sehingga air pun meluap.

    Kendati demikian, Luhut meminta semua pihak tidak saling menyalahkan terkait peristiwa banjir di Jakarta pada awal tahun ini. "Saya tadi sudah koordinasi, jangan salah-salahan lah," tuturnya.

    Ia mengatakan dalam penanggulangan banjir, bagian hulu sungai memang perlu diperbaiki. Kendati demikian, wilayah sungai bagian tengah juga mesti dibenahi agar aliran lebih lancar. "Kalau di tengah terhambat mana bisa lewat maka harus dibersihkan," kata Luhut.

    Di samping itu juga perlu ada pembebasan lahan agar proyek sudetan Kali Ciliwung bisa rampung.

    Ihwal penanggulangan banjir tersebut pun, Luhut mengatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mencapai kesepakatan. "Jangan dibesar-besarkan, jangan berpikir negatif saja."

    Basuki Hadimuljono sebelumnya mengatakan salah satu hal yang mesti dilakukan untuk menanggulangi banjir di Ibu Kota adalah pelebaran sungai di wilayah tengah. "Mau namanya naturalisasi atau normalisasi sama, semua butuh dilebarkan, di video Pak Anies (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) juga sama dilebarkan kemudian dibikin supaya penampung air lebih banyak," ujar Basuki.

    Untuk itu, ia mengatakan perlu kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Adapun Pemprov bertugas membebaskan lahan, sementara Kementerian PUPR berperan untuk melakukan pembangunan.

    Di samping itu, di bagian hulu, kata Basuki, kementeriannya masih menggeber pembangunan bendungan di Sukamahi dan CIawi, Bogor, Jawa Barat. "Kami percepat tahun ini akan bisa (selesai)," ujar Basuki.

    Target rampungnya pembangunan bendungan pada akhir tahun ini dimungkinkan, menurut Basuki, lantaran lebih dari 90 persen lahan sudah bebas. Sementara itu, pembangunan saat ini sudah mencapai 45 persen.

    Hal lain yang mesti dikerjakan untuk menangani persoalan banjir itu, tutur Basuki, adalah membuat sudetan dari Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Ia meyakini aliran 60 meter kubik per detik dari proyek itu akan sangat membantu dalam mengurangi debit banjir.

    Basuki mengatakan ihwal sudetan juga sangat bergantung kepada Pemerintah Provinsi terkait pembebasan lahan. "Untuk in takenya, karena kami di bawah terowongan sudah sampai Cipinang, dari Otista sampai Cipinang sudah selesai dua tahun yang lalu," tuturnya.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.