Videonya Viral, Dirut KAI: Saya Tidak Punya Pikiran Macam-macam

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mengangkat tanda sinyal berangkat saat melepas penumpang peserta 'Mudik Bareng KAI' menggunakan kereta api Brantas jurusan Blitar, Jawa Timur di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019. PT. KAI menyediakan delapan perjalanan kereta api ke berbagai jurusan di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Lebaran 2019. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mengangkat tanda sinyal berangkat saat melepas penumpang peserta 'Mudik Bareng KAI' menggunakan kereta api Brantas jurusan Blitar, Jawa Timur di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019. PT. KAI menyediakan delapan perjalanan kereta api ke berbagai jurusan di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Lebaran 2019. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau Dirut KAI Edi Sukmoro angkat bicara menanggapi video yang viral diperbincangkan warganet soal pejabat yang diarak di atas sampai yang dibuat dari karet ban dalam dan papan kayu saat meninjau banjir di area sekitar stasiun.

    “Saya tidak punya pikiran macam-macam," ujar Edi ketika meninjau korban banjir di sejumlah relasi Duri-Tangerang, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020. "Yang penting kita menormalkan kembali supaya angkutan kereta api masih bisa diandalkan."

    Hal ini disampaikan menanggapi video pendek berdurasi 15 detik sontak viral diperbincangkan di sejumlah media sosial oleh warganet pada saat ini. Video itu memperlihatkan seorang pria berseragam putih lengan pendek dan bertopi hitam tengah mengenakan sepatu boots kuning sedang duduk di atas kursi.

    Kursi tersebut berada di atas papan kayu dilekatkan dengan sejumlah ban karet dan ditarik oleh sejumlah petugas. Ada petugas yang berjaket jingga, ada juga yang berjaket kuning. 

    Warganet menyebut pria yang diarak tersebut sebagai Dirut KAI Edi Sukmoro. Dalam video dengan latar suara gending jawa itu diperlihatkan pejabat dengan sampan itu mengarungi genangan banjir setinggi betis orang dewasa.

    Saat ini video tersebut banyak dibagikan dengan dengan tagar #Dirut KAI dan masuk dalam deretan trending topic tertinggi terbesar ketiga di Twitter. Hingga berita ini ditayangkan, warganet masih aktif membicarakannya dengan jumlah 4.940 cuitan. 

    Salah satu netizen, @Umifarid71 misalnya, mempertanyakan kebenaran sosok yang diarak dalam meninjau banjir tersebut adalah Dirut KAI. "Beneran ini Dirut KAI ? Kalo beneran tolong Pak @erickthohir jajarannya di benahi. Malu2in banget Paaak...gawsah inspeksi kalo nyusahin begini...," seperti dikutip dari cuitan @Umifarid71, Jumat, 3 Januari 2020.

    Warganet lainnya juga menilai cara pejabat ini dalam meninjau banjir sangat berlebihan. "Ini manten sunat, evakuasi korban banjir ato iring2an Dirut KAI...? Salfok sama ketinggian air, yg cuma semata kaki...," cuit @MINI21O4 . 

    Ada juga Syukron Jamal yang berpendapat lain. "Viral foto Dirut KAI naik perahu karet saat banjir. Berfikir baik saja, mungkin beliau ingin menghibur kita semua yang sedih dan marah dgn bencana yg seharusnya memang bisa diantisipasi pemerintah," cuit @Syukron_Jml.

    Lebih jauh Edi menyatakan, saat ini KAI tak hanya memperhatikan satu-dua titik fasilitas dan aset perusahaan pelat merah yang rusak karena banjir. “Tidak hanya satu titik yang harus diperhatikan, termasuk stasiun yang mungkin terdampak seperti ini. Bukan hanya Daop 1 Jakarta, tapi fasilitas lain, dan saya tidak putus untuk berkeliling kemarin pun,” katanya.

    Edi mencontohkan, di Daerah Operasi 2 juga adanya gangguan kereta api karena pohon tumbang, limpasan air. Selain itu adanya longsor di Stasiun Cigombong. PT KAI juga telah mendirikan posko, sehingga siaga hingga malam dan melakukan evaluasi setiap harinya.

    Namun Edi belum menyebutkan sejumlah kerugian akibat terendamnya rel serta fasilitas kereta api akibat banjir. “Kalau hitungan pasti gampang, tetapi pasti sekarang tidak memikirkan hitungan dulu, bagaimana caranya melakukan evakuasi orang-orang terdampak. Kemudian memperbaiki jalur yang pada saat ini perlu diperiksa dulu kalau terjadi sesuatu, perbaikan dilakukan dulu,” katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.