Menteri Basuki Jamin Ibu Kota Baru Bebas Banjir

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X (ketiga kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat meresmikan Bendung Kamijoro, Kulonprogo, D.I Yogyakarta, Selasa 31 Desember 2019. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Presiden Joko Widodo (bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X (ketiga kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat meresmikan Bendung Kamijoro, Kulonprogo, D.I Yogyakarta, Selasa 31 Desember 2019. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyebut Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur akan terbebas dari banjir. "Secara paleohidrologi, dari sejarah hidrologinya enggak ada, bencananya juga minim, tapi kalau lingkungannya berubah bisa banjir," ujar Menteri Basuki di Kantor Kementerian Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020.

    Untuk itu, sudah dihitung bahwa Ibu Kota anyar ini didesain memiliki banyak banyak kawasan hijau untuk menyerap air di permukaan. Menyitir desain pemenang sayembara, yaitu konsep Nagara Rimba Nusa, ruang hijau direncanakan sebanyak 70 persen dari wilayah. Tak hanya itu, di sana juga akan dibangun beberapa bendungan, baik untuk air minum maupun amenitas.

    Di samping itu, Menteri Basuki mengatakan rancangan Ibu Kota Baru itu juga datang dengan konsep air. "Jadi walaupun tidak dikelilingi laut, tapi dikelilingi air," kata dia. Tak hanya itu, ada pula perhitungan kapasitas penduduk dan diameter ibu kota tersebut. "Sudah dihitung berapa jumlah penduduknya yang akan ada di situ, 2,75 juta."

    Selain bencana banjir, ibu kota baru juga diklaim akan terbebas dari kebakaran hutan. Sebab, lokasi yang dipilih, menurut penelitian, tidak mengandung batubara.

    Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengumumkan pemenang desain ibu kota baru di Kalimantan Timur. Biro arsitek Urban+ terpilih sebagai pemenang dengan rancangan  bertema Nagara Rimba Nusantara. Pemenang berhak mendapat hadiah sebesar Rp 2 miliar.

    Kala itu, Basuki Hadimuljono menuturkan Urban+ menyingkirkan empat kandidat terbaik lainnya. Dia mengaku bangga dengan desain yang dibuat oleh para peserta. "Saya bangga kepada rekan-rekan semua yang aktif membuat sejarah gagasan desain ibu kota baru kita," kata Basuki di Kementerian PUPR, Senin, 23 Desember 2019.

    Basuki menjelaskan, bahwa pemilihan juara pertama tersebut telah melalui proses panjang dengan awal mula peserta terdaftar mencapai 755 kandidat. Seluruh peserta telah mengikuti seleksi yang ketat hingga menyisakan lima kandidat desain terbaik telah dinilai oleh 13 juri penilai, termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    "Berdasarkan hasil tersebut, tim juri sayembara gagasan desain telah menetapkan 5 karya terbaik. Lima peserta tersebut telah menyampaikan karya mereka di hadapan bapak Presiden (Joko Widodo)," ujarnya.

    Menteri Basuki mengatakan, untuk desain ibu kota baru itu harus mempunyai pembeda dibandingkan tata letak ibu kota negara lain. Sehingga ia menuturkan, bangsa Indonesia mempunyai pembeda yang menjadi ciri khas, karena permintaan tersebut adalah arahan dari Presiden Jokowi.

    Menteri Basuki mengungkapkan, bahwa seperti Gedung Putih yang ada di Washington DC, Amerika Serikat itu sama putihnya dengan Istana Negara yang ada di Indonesia. Sehingga ia menekankan sekali lagi, bahwa desain IKN di Kalimantan Timur harus ada pembedanya. "Pemenang satu, dua, tiga tidak hanya bagus saja. Tapi harus ada pembedanya dengan ibu kota lain di dunia," ungkapnya.

    CAESAR AKBAR | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.