Bank Indonesia Jelaskan Penyebab Inflasi 2019 Rendah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi atau logo Bank Indonesia (BI). TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi atau logo Bank Indonesia (BI). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan angka inflasi tahun ini lebih rendah dari perkiraan BI. Hal itu merespons rilis Badan Pusat Statistik atau BPS yang mencatat inflasi 2019 sebesar 2,72 persen.

    "Angka 2,72 persen merupakan yang terendah sejak 20 tahun terakhir," kata Perry di masjid kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020.

    Perry terdapat empat faktor yang menyebabkan inflasi rendah. Pertama, kata dia, bahwa kapasitas produksi atau pasokan jauh lebih memadai dari pada permintaan. Dia melihat pasokan masih tetap memadai meskipun adanya kenaikan permintaan konsumen.

    Koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BI, kata dia, memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan dan keterjangkauan harga. Hal itu membuat rendahnya inflasi pada komponen volatile food.

    "Komoditas barang penyumbang inflasi seperti bawang merah, cabai memang naik sedikit tapi tidak besar," ujarnya.

    Ketiga, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang stabil turut mendorong terjaganya inflasi. Karena itu, tekanan harga dari eksternal dan global rendah yang tidak membuat kenaikan harga signifikan.

    Dan terkahir, kata dia, saat ini ekspektasi harga untuk ke depan terjaganya baik. Hal itu terlihat dalam survei ekspektasi konsumen dan perkiraan inflasi dari berbagai sektor turun mempengaruhi rendahnya inflasi.

    "Empat faktor itu membuat inflasi rendah dan terkendali. 2019 alhamdulillah terendah sejak tahun 1999," kata Perry.

    Kemarin BPS mencatat angka inflasi sepanjang Januari hingga Desember 2019 sebesar 2,72 persen. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan angka itu terendah sejak 10 tahun terakhir.

    "Inflasi 2019 yang berada di bawah 3 persen merupakan inflasi terendah sejak 2009," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2019.

    Dia mengatakan inflasi ini pada 2009 yang sebesar 2,78 persen. Sedangkan tahun 1999 itu sebesar 2,13 persen. Adapun target inflasi pada 2019 sebesar 3,5 +- 1 persen.

    Adapun pada Desember 2019 terjadi inflasi sebesar 0,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 139,07. Dari 82 kota IHK, 72 kota mengalami inasi dan 10 kota mengalami deasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.