Rokok Kretek Mendominasi Penyebab Kenaikan Harga Grosir

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto berbicara kepada wartawan, sesuai pemaparan Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018, di Kantor Badan Pusat Statistik, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin 29 Juli 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto berbicara kepada wartawan, sesuai pemaparan Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018, di Kantor Badan Pusat Statistik, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin 29 Juli 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau  indeks harga grosir/agen Desember 2019, naik 0,19 persendibanding bulan sebelumnya. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan kenaikan harga rokok kretek menjadi pemicu dominan atas kenaikan indeks harga grosir itu.

    Suhariyanto mengatakan komoditas dengan andil terbesar pada 2019, didominasi oleh  rokok kretek, ikan beku, dan gula pasir. Masing-masing berkontribusi sebesar 0,13 persen, 0,07 persen, dan 0,04 persen.

    Sementara itu, pada 2018 komoditas daging ayam, solar industri, dan rokok kretek memiliki andil paling dominan, masing-masing  sebesar 0,28 persen, 0,21 persen, dan 0,19 persen. "Pada Desember 2019, IHPB Umum Nonmigas sebesar 167,65 atau naik 0,19 persen dari IHPB November 2019 sebesar 167,33," kata Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020.

    Kenaikan harga grosiran tertinggi terjadi pada Sektor Industri yakni sebesar 0,41 persen. Selanjutnya, diikuti Sektor Pertambangan dan Penggalian yang naik 0,26 persen. "Dengan demikian, perubahan IHPB Nonmigas di sepanjang tahun kalender 2019 adalah sebesar 1,05 persen," ujar Suhariyanto.

    BPS juga mencatat, indeks harga grosir untuk sektor konstruksi pada Desember 2019 naik sebesar 0,01 persen. Berbeda dengan sektor non migas yang didominasi rokok, indeks harga sektor konstruksi ini dipicu oleh kenaikan harga komoditas bahan  bangunan siap pasang, mulai dari kayu, batako,  genteng dan atap lainnya, batu split atau pecah, serta batu hias dan batu bangunan. Untuk Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum, dan Komunikasi mengalami kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 0,07 persen.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.