Jokowi Sebut Kinerja Pasar Modal RI Ketujuh Terbaik di Dunia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto secara resmi menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2019 di Jakarta, Senin, 30 Desember 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto secara resmi menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2019 di Jakarta, Senin, 30 Desember 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Tempo.Co, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut kinerja pasar modal sepanjang 2019 cukup menggembirakan. Karena itu, ia berharap capaian tersebut bisa lebih baik pada 2020.

    Aktivitas pencatatan saham mencapai lebih dari 55 pencatatan perusahaan baru. "Ini prestasi penting karena yang merupakan tertinggi di Asean dan tertinggi ketujuh di dunia," ujar Jokowi di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 2 Januari 2020.

    Di samping itu, ia menyebut penggalangan dana jangka panjang melalui BEI juga mencapai jumlah tinggi. Begitu pula dengan jumlah investor dan penghargaan yang diraih pasar modal pada tahun lalu.

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan pada 2019 Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di level 6.299,54 atau naik 1,7 persen year to date pada 30 Desember 2019. Adapun pada tahun tersebut net buy saham tercatat Rp 49,2 triliun.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 7.265 triliun. Angka tersebut naik 3,43 persen ketimbang tahun sebelumnya. Pada 2018, kapitalisasi pasar tercatat Rp 7.023,5 triliun.

    Di sisi lain, Wimboh melihat penghimpunan dana melalui penawaran umum pun cenderung stabil pada 2019, yaitu Rp 166,85 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 166,06 triliun. Tahun lalu, bursa mencatat ada 60 emiten baru, 54 penawaran umum sedang dalam proses, dan 3 equity crowdfunding.

    "Hal ini menandakan market confidence terhadap Indonesia dari Investor masih cukup tinggi," ujar Wimboh. Tingginya kepercayaan pasar ini pun, kata dia, dikonfirmasi oleh publikasi Bloomberg yang menyebut Indonesia menempati peringkat tertinggi tujuan investasi, juga paling menjanjikan di antara negara-negara emerging market lain.

    Indonesia menjadi nomor satu khususnya untuk investasi di pasar saham dan surat utang. "Ini dalam sejarah kita bisa mengalahkan Tiongkok dan India, belum pernah terjadi sebelumnya," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.