Banjir Jakarta, Beban Puncak di Jabodetabek Turun Jadi 2.500 MW

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengatur kendaraan yang melintasi genangan air ketika banjir merendam jalan Tol Cikampek di sekitar Jati Bening, Bekasi, Rabu, 1 Januari 2020. Imbas Banjir, sebanyak empat Gerbang Tol Jakarta-Cikampek diitutup sementara pada Rabu pagi. ANTARA/Saptono

    Petugas mengatur kendaraan yang melintasi genangan air ketika banjir merendam jalan Tol Cikampek di sekitar Jati Bening, Bekasi, Rabu, 1 Januari 2020. Imbas Banjir, sebanyak empat Gerbang Tol Jakarta-Cikampek diitutup sementara pada Rabu pagi. ANTARA/Saptono

    TEMPO.CO, Jakarta - Beban puncak sistem kelistrikan di Jabodetabek terus menurun menjadi 2.500 MW pada Rabu, 1 Januari 2020 akibat pemadaman listrik sebagai antisipasi bahaya banjir. Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan beban puncak normal di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) adalah sebesar 5.200 MW. Selama malam tahun baru beban puncak proyeksi beban puncak adalah sebesar 3.000 MW.

    Banjir yang menggenang sejumlah daerah di Jabodetabek pada Rabu, 1 Januari 2020 menjadikan sejumlah gardu distribusi tidak beroperasi. Terpantau hingga Rabu pukul 18.00 WIB dari 23.700 gardu distribusi yang ada di Jabodetabek sebanyak 3.311 Gardu distribusi dipadamkan sementara. Sebelumnya, hingga 14.00 WIB, ada 1.500 gardu yang padam. Jumlahnya bertambah menjadi 3.100 gardu hingga pukul 16.00 WIB.

    Sementara itu, untuk Banten dari 228 Gardu Distribusi yang sebelumnya mengalami pemadaman, kini sudah dilakukan pemulihan sebanyak 19 Gardu Distribusi yang terletak di wilayah Serpong dan Banten Selatan.

    Beberapa gardu yang sudah mulai dinyalakan yakni Bintaro, Ciputat, Ciracas, Kebun Jeruk, Kramat Djati, Marunda, Pondok Gede dan sebagian di Pondok Kopi dan Menteng. Sebaliknya karena tingginya genangan air, beberapa wilayah terpaksa dipadamkan seperti di wilayah Bandengan, Bulungan, Cempaka Putih, Cengkareng, dan Lenteng Agung.

    Menurutnya, PLN tidak akan memulihkan listrik di lokasi terdampak banjir sampai kondisi dipastikan kering dan aman. PLN menjamin pasokan listrik aman meskipun terjadi pemadaman.

    "Bahwa untuk mengaktifkan kembali gardu distribusi pertimbangan bukan karena tidak punya pasokan listrik, pasokan listrik aman tetapi yang jadi pertimbangan adalah keselamatan warga. Selama masih tergenang kami akan memadamkan," katanya, Rabu malam, 1 Januari 2020.

    Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali Haryanto WS mengatakan petugas yang malakukan siaga natal dan tahun baru sekitar 3.000 pasukan telah melakukan penyisiran daerah-daerah yang terdampak pemadaman.

    PLN wilayah distribusi Jakarta Raya juga akan mendapat bantuan pasukan dari PLN regional Jawa Tengah sebanyak 10 tim dan Jawa Timur sebanyak 7 tim. Tim tersebut menggunakan peralatan lengkap hingga transportasi yang siap turun langsung di daerah bencana.

    "Kita juga mendapatkan dukungan, malam ini sudah berangkat tim Jateng dan Jatim untuk membantu Jabodetabek sehingga tim ini sudah bisa langsung besok pagi melaksanakan tugas untuk bantu recovery gardu yang masih dipadamkan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.