Lagi, Petrokimia Gresik Ekspor 26 RIbu Ton Pupuk ke India

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengawasan Pupuk Bersubsidi Diintensifkan agar Tepat Sasaran.

    Pengawasan Pupuk Bersubsidi Diintensifkan agar Tepat Sasaran.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Petrokimia Gresik kembali mengekspor 26 ribu ton pupuk NPS 20-20-0+13S dalam bentuk curah ke India. Ekspor kali ini merupakan kelanjutan dari pengiriman pupuk yang telah dilakukan sebelumnya.

    Direktur Utama Petrokimia, Rahmad Pribadi mengatakan, selama tahun 2019, Badan Usaha Milik Negara bidang pupuk itu telah tujuh kali mengekspor pupuk NPS ke India. Total selama tujuh kali ekspor tersebut, terkirim 188,98 ribu ton pupuk. 

    "India sebagai negara dengan perekonomian yang sedang berkembang pesat menjadi pasar utama pupuk NPS Petrokimia Gresik," kata Rahmad dalam keterangan pers, Rabu 1 Januari 2020.

    Ekspor yang telah dilakukan Petrokimia ke India masing-masing 27,5 ribu ton pada Maret, 26,3 ribu ton (April), 27 ribu ton (Mei), 27,1 ribu ton (Agustus), 27,3 ribu ton (Oktober), 27,5 ribu ton (November), dan 26 ribu ton (Desember).

    "Saat ini perusahaan sedang menjalankan program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG), di mana perusahaan ingin mewujudkan diri menjadi produsen pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri. Sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor komersial, sebagai antisipasi atas wacana pengalihan subsidi pupuk oleh pemerintah," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.