Rabu Depan, Startup Pigijo akan Melantai di BEI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Tourindo Guide Indonesia akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia atau BEI pada 8 Januari 2020. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Selasa lalu, dalam pencatatan di Bursa, perseroan mendapatkan kode saham PGJO.

    Perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa digital travel Indonesia melalui aplikasi Pigijo itu, akan menawarkan sebanyak 150 juta saham baru kepada publik. Angka itu setara dengan 48,98 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana saham dengan nilai nominal Rp 80 per saham.

    Dikutip dari prospektus awal, harga penawaran telah ditetapkan sebesar Rp 80 per saham. Dengan begitu, perusahaan berpotensi meraup dana sebesar Rp 12 miliar dari IPO.

    Dana yang diperoleh dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja perseroan seperti biaya pemasaran dan promosi, biaya sewa, serta biaya operasional guna mendukung kegiatan usaha perseroan. Perusahaan telah menunjuk PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

    Masa penawaran umum akan berlangsung pada 2-3 Januari 2020. Perseroan berharap dapat melakukan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 8 Januari 2020.

    Tourindo Guide berdiri pada 2017. Setahun berikutnya, perseroan memulai pengembangan bisnis, mengembangkan hubungan dengan komunitas blogger, meluncurkan www.pigijo.com, dan membangun hubungan dengan mitra bisnis.

    Pada 2019, perseroan menjadi marketplace untuk pengalaman lokal, transportasi, tiket pesawat, penginapan, asisten lokal, suvenir, restoran. Pada tahun yang sama perseroan meluncurkan aplikasi pada Playstore dan App Store.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.