Menhub Ibaratkan Aplikasi Tol Laut dengan Gofood dan Grabfood

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Cirebon - Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan aplikasi digital untuk tol laut logistik bisa mempermudah masyarakat khususnya di kawasan Indonesia timur untuk mendapatkan barang dengan harga murah.

    "Tol laut harus sama mudahnya dengan kita memesan makanan pakai Gofood, Grabfood yang gampang dan tinggal pencet," kata Menteri Budi di Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 31 Desember 2019.

    Budi mengatakan dengan aplikasi digital tol laut, masyarakat yang berada di Indonesia bagian timur bisa mendapatkan barang dengan mudah dan murah. Sebab, peran tengkulak bisa dihilangkan melalui aplikasi tersebut sehingga masyarakat bisa memesan beras, minyak, semen dan lainnya secara langsung.

    "Mereka yang di Papua, Maluku, Natuna yang ingin mendapatkan beras, minyak, semen (dapat memesan melalui aplikasi tol laut) dan datang tanpa harus berhubungan dengan tengkulak," ujarnya.

    Menhub mengatakan dengan tidak adanya tengkulak, harga semua kebutuhan masyarakat bisa ditekan seminimal mungkin.

    "Saat ini banyak tengkulak sehingga harga barang yang mestinya murah menjadi mahal, yang mudah menjadi sulit," tuturnya.

    Dia melanjutkan, saat ini pihaknya sedang bekerja sama dengan aplikasi seperti Gojek, Grab dan beberapa lainnya guna memudahkan pelayanan.

    Selain itu dalam waktu satu bulan, Kemenhub melakukan uji coba di dua tempat yaitu Merauke dan Ambon.

    "Kalau di dua tempat itu efektif, akan dikembangkan lagi ke beberapa tempat lainnya," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.