Isu Order Fiktif Ojol Kembali Muncul, Begini Kata Grab Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu mobil dan dua motor dipajang dalam acara peluncuran Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik oleh Grab Indonesia di Kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Satu mobil dan dua motor dipajang dalam acara peluncuran Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik oleh Grab Indonesia di Kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta – Kabar adanya ancaman order fiktif dari pengguna Grab Indonesia bodong beredar kembali di media sosial. Sebuah video yang menunjukkan rekaman suara seseorang mengatakan ia baru saja menemukan modus baru order fiktif tersebut.

    “Baru saja dapat order fiktif, ada (kotak dialog bertuliskan) Grabcar  Maspion Plaza. Jangan dipencet,” kata seseorang dalam rekaman video itu, seperti yang dikutip Tempo, Senin 30 Desember 2019.

    Ia mengatakan, seumpama pengguna memencet tombol kotak dialog bertuliskan kalimat khusus tersebut, peretas secara otomatis akan menyedot data. Dengan begitu, saldo dompet tunai yang tersimpan di ponsel akan terkuras tiba-tiba.

    Public Relation Manager Grab Indonesia Andre Sebastian kemudian merespons kabar adanya dugaan ancaman order fiktif itu. Menurut Andre, informasi itu memuat kabar bohong.

    “Tidak benar dan itu sudah beredar setahun yang lalu. Tahun lalu, kami sudah menyampaikan pernyataan atas informasi tersebut,” ujar Andre kepada Tempo, Senin, 30 Desember 2019.

    Adapun dalam pernyataannya pada masa lampau, Grab Indonesia menyatakan telah menyelidiki informasi tersebut. Manajemen Grab kala itu menyatakan tidak pernah menerima adanya laporan dari mitra pengemudi yang menyebut bahwa hal tersebut benar terjadi pada mereka.

    Meski begitu, Grab tetap meminta mitra pengemudi selalu waspada dan tidak memberikan data pribadi atau rahasia apabila dihubungi oleh pihak yang mengaku sebagai perwakilan dari Grab. Baik  melalui telepon, pesan pendek, maupun saluran komunikasi lainnya.

    “Jika masyarakat atau mitra pengemudi memiliki informasi lainnya terkait hal ini, dimohon untuk segera melaporkannya ke layanan konsumen Grab yang dapat dihubungi melalui fitur Help Center di aplikasi Grab untuk dapat segera ditindak lanjuti,” ujar manajemen Grab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.