Perdagangan Saham 2019 Ditutup, OJK: Investor Asing Percaya RI

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dewan Komisioner OJK Nurhaida saat dilantik sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK di Mahkamah Agung, 22 Agustus 2017. Setelah dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK, Nurhaida dalam Rapat Dewan Komisioner OJK yang membahas pembagian tugas disepakati menjabat sebagai wakil ketua. Tempo/Tony Hartawan

    Anggota Dewan Komisioner OJK Nurhaida saat dilantik sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK di Mahkamah Agung, 22 Agustus 2017. Setelah dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK, Nurhaida dalam Rapat Dewan Komisioner OJK yang membahas pembagian tugas disepakati menjabat sebagai wakil ketua. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan investor asing masih menaruh kepercayaan kepada pasar modal Indonesia. Kondisi ini terlihat dari aksi beli bersih yang mencapai Rp 49 triliun hingga 26 Desember 2019.

    “Ini tentu satu kinerja yang baik dan tak terlepaskan dari peran seluruh pihak,” kata dia dalam penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 30 Desember 2019.

    Selain itu, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dan Obligasi Perusahaan juga masih tumbuh, hingga masing-masing Rp 171,59 triliun dan Rp 54,86 triliun pada 2019. Kemudian, SPN juga membaik secara rata-rata dengan yield turun 96,67 basis poin.

    Menurut Nurhaida, kinerja pasar modal yang positif sepanjang 2019 ini juga didukung oleh sejumlah kebijakan dari lembaganya. Salah satunya yaitu penerbitan fasilitas untuk penerbitan instrumen keuangan jangka menengah dan panjang, untuk memudahkan investor.

    Hasilnya, sepanjang 2019, terdapat 175 penawaran umum untuk obligasi dan saham di BEI. Dari 175 tersebut, 56 merupakan Initial Public Offering (IPO) dari emiten baru. “Dengan nilai dana yang dihimpun mencapai Rp 166,25 triliun,” kata dia.

    Setelah itu, perdagangan saham di pasar modal Indonesia pun secara resmi ditutup beberapa jam lalu, pukul 4 sore. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 29,77 poin ke level Rp 6.299,54.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.