Ojol Tanggapi Bos Garuda yang Bandingkan Tiket Pesawat dan Ojol

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Fuad Rizal dalam public expose di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 27 Desember 2019    Tempo/Tony Hartawan

    Plt. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Fuad Rizal dalam public expose di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 27 Desember 2019 Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua atau Garda Igun Wicaksono melayangkan protes atas pernyataan bos PT Garuda Indonesia Persero Tbk yang menyamakan tarif tiket pesawat dan ojek online. 

    “Analisis yang tidak masuk akal. Kok tarif pesawat terbang dibandingkan dengan tarif ojek online. Pakai ilmu statistik yang valid seharusnya dan rumusan variabel tarif, jadi harus ‘peer to peer’,” ujar Igun dalam keterangan tertulis pada Senin, 30 Desember 2019.

    Igun menilai komponen pembentuk harga pokok produksi pesawat dan ojek berbeda. Misalnya untuk bahan bakar minyak, harga avtur dan Pertamax atau Pertalite tidak seragam. Selain itu, biaya perawatan antara armada terbang dan sepeda motor pun berlainan.

    Belum lagi, kata dia, jarak tempuh ojek online dengan pesawat beserta waktu perjalanannya pun tidak bisa dibandingkan.  Adapun pernyataan itu dikhawatirkan membentuk opini bahwa tarif ojek jauh lebih mahal ketimbang pesawat.

    “Bagi masyarakat yang tidak paham, akan menimbulkan persepsi berbeda. Tarif ojek online akan dinilai mahal,” ujarnya.

    Pelaksana tugas Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal sebelumnya memberikan perbandingan regulasi Tarif Batas Atas (TBA) transportasi di Indonesia. Dari perbandingan tersebut, kata dia, tarif pesawat ternyata lebih murah dibandingkan dengan ojek online.

    Menurut dia, tarif batas untuk layanan full service di Garuda Indonesia yaitu Rp 2.520 per kursi per kilometer. Angka ini sedikit lebih murah ketimbang tarif batas di ojek online yaitu Rp 2.600 per kursi per kilometer. 

    “Biar teman-teman bisa ngerti semua, memang di industri penerbangan Indonesia ini tarifnya sudah sangat murah,” kata Fuad dalam public expose di Garuda Management Building, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 27 Desember 2019.

    Igun menyebut, Fuad semestinya tak mengeluarkan pernyataan yang merugikan pihak lain. Sebab, ia adalah pejabat perusahaan pelat merah yang semestinya, kata dia, memiliki daya analisis yang akurat.

    Tempo mencoba meminta tanggapan dari Humas Garuda Dicky Irchamsyah maupun Fuad terkait kritik Garda. Namun, pesan maupun panggilan yang dilayangkan Tempo belum direspons.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | FAJAR PEBRINATO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.