Incar Tuan Rumah G20, Luhut Pandjaitan Siapkan Labuan Bajo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar open house perayaan Natal di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. Open house itu tampak dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan politikus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar open house perayaan Natal di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. Open house itu tampak dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan politikus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah mengincar kesempatan menjadi tuan rumah dalam pertemuan The Group of Twenty atau G20 pada 2023 mendatang. Untuk memuluskan rencana itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan telah melakukan survei di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, sebagai cikal lokasi pertemuan antar-negara tersebut.

    Kunjungan Luhut diumumkan dalam media sosial resmi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investiasi, kemarin, 29 Desember 2019. “Pada kunjungannya kali ini Menko Luhut didampingi Bupati Manggarai Barat, Kapolres Manggarai Barat, dan Dirut BOP Labuan Bajo,” tulis humas dalam keterangannya.

    Luhut menyurvei dua pulau di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo. Di antaranya Loh Buaya dan Tana Mori. Dalam sebuah pesan pendek beserta video yang diteruskan kepada Tempo, Luhut menyatakan akan membangun resor yang disiapkan khusus untuk G20 di satu di antara dua lokasi itu, yakni Tana Mori.

    Di Tana Mori dengan lahan 300 hektare, akan dibangun sebuah kawasan penginapan mewah seperti yang saat ini terbangun di Nusa Dua, Bali. Tana Mori dibidik lantaran memiliki lahan yang luas dan potensi wisata yang besar.

    Tak jauh dari Tana Mori, terdapat sebuah pulau bernama Pulau Muang.  “Luas Pulau Muang sekitar 5 haktare. Bagus untuk hikking. Ini juga tempat penyu bertelur. Jadi kalau ini jadi dibuat untuk G20 meeting 2023, ini kawasan wisata yang luar biasa,” ujarnya.

    Menengok potensi itu, pemerintah berencana mengembangkan pariwisata di Pulua Muang yang waktu tempuhnya hanya 5 menit dari Tana Mori. Pulau itu bisa dijangkau dengan kapal mesin. Adapun Pulau Muang digadang-gadang menjadi daya tarik bagi tamu yang menginap di Tana Mori.

    Saat ini, akses jalan menuju Tana Mori dari Bandara Komodo telah tersedia. Luhut Pandjaitan mengatakan waktu tempuh lokasi itu dengan bandara sekitar 30 menit. Dengan kondisi demikian, menurut dia, sudah ada beberapa operator hotel yang bersedia menanam investasi untuk membangun properti di kawasan yang telah dibidik.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.