Cerita Dahlan Iskan Soal Jiwasraya: Jangan-jangan Saya Tertipu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyaksikan panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara,  Jakarta, Ahad 20 Juli 2014 malam. Hari keempat pesta ini menampilkan tujuh pianis ternama di antaranya Badai Kerispatih, Adi Adrian, Levi Gunardi dan Indra Lesmana. TEMPO/Nurdiansah

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyaksikan panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Jakarta, Ahad 20 Juli 2014 malam. Hari keempat pesta ini menampilkan tujuh pianis ternama di antaranya Badai Kerispatih, Adi Adrian, Levi Gunardi dan Indra Lesmana. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dahlan Iskan berbagi pengalamannya dengan perusahaan asuransi Jiwasraya. Nama Jiwasraya saat ini menjadi sorotan setelah perusahaan tersebut gagal membayar polis para nasabah mereka senilai Rp 12,4 triliun.

    Pengalaman ini diceritakan Dahlan lewat situs, disway.id. Cerita bermula saat ia menerima beberapa kiriman link berita di ponselnya, saat terbang dengan pesawat Garuda Indonesia dari Surabaya ke Denpasar. 

    “Umumnya soal perkembangan Jiwasraya,” kata dia pada Sabtu, 28 Desember 2019. Dahlan tidak bisa membuka link berita tersebut karena hanya menggunakan wifi gratis di pesawat Garuda Indonesia.  Sehingga, ia kirimkan link tersebut ke temannya yang lebih memahami persoalan Jiwasraya.

    Saat itu, Dahlan bertanya kepada temannya tersebut, “Apakah benar saya pernah menyetujui injeksi modal ke Jiwasraya pada 2012?” Dahlan menjadi menteri BUMN dari 2011 hingga 2014.

    Sang teman lalu menjawab, “Waktu itu memang ada usulan dari staf. Agar Jiwasraya disuntik modal. Tapi Pak Menterinya (Dahlan Iskan) menolak usulan itu.”

    Dahlan ragu bahwa jangan-jangan ia benar-benar menyetujui injeksi modal untuk Jiwasraya. “Saya sudah banyak lupa, sejak tidak jadi menteri lagi, saya ingin cepat move on ke dunia lama,” kata dia. 

    Tapi di sisi lain, ia juga yakin tidak menyetujui injeksi. Dahlan mengatakan dia anti dengan injeksi atau PMN (Penyertaan Modal Negara), kecuali untuk industri strategis di bawah Kementerian Pertahanan.

    Tapi, ada perasaan bersalah di diri Dahlan. “Jangan-jangan saya dulu juga tertipu oleh direksi Jiwasraya,” kata dia. Padahal di tahun tersebut, Dahlan pun menyebut sempat memuji habis-habisan direktur utama perusahaan tersebut.

    Akibat perasaan ini, Dahlan kembali bertanya pada temannya, “Apakah tidak mungkin saat itu saya pun tertipu oleh angka-angka yang dipaparkan direksi Jiwasraya?“ Dahlan yang ingin tahu jawabannya, siap menerima kabar buruk kalau ia ditipu.

    Di atas pesawat Garuda Indonesia yang masih terbang, Dahlan menulis bahwa dia berharap penerbangannya tidak segera sampai. Sebab, ia ingin tahu lebih banyak lagi soal Jiwasraya. 

    “Tapi Bali terlalu dekat. Sesaat kemudian sudah terdengar pengumuman terakhir: pesawat akan mendarat,” kata Dahlan Iskan menutup cerita singkatnya.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara