Revitalisasi Armada, Citilink Datangkan Airbus A330-900 Neo

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat

    Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat "Proving Flight" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis 2 Mei 2018. Uji coba perdana pesawat komersial dengan rute penerbangan CKG-YIA-CKG tersebut menjadi salah satu bagian persiapan operasional YIA. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Tempo.Co, Jakarta - Citilink Indonesia melakukan revitalisasi armada untuk mencapai target ekspansi rute internasional pada tahun 2020 dengan mendatangkan pesawat berbadan lebar pertamanya yaitu Airbus A330-900 NEO dengan nomor registrasi PK-GYC.

    VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina mengatakan unit ini merupakan pesawat pertama dari total dua pesawat Airbus A330-900 NEO yang akan didatangkan oleh Citilink Indonesia.

    “Pesawat ini direncanakan untuk mempersiapkan ekspansi dan memperkuat eksistensi Citilink Indonesia di dunia internasional khususnya melalui pembukaan beberapa rute ke negara-negara Asia lainnya dan Timur Tengah,” ujarnya.

    Pesawat tersebut melakukan penerbangan komersial perdana pada hari ini, Sabtu, 28 Desember 2019, dengan rute domestik yaitu Cengkareng - Denpasar dengan nomor penerbangan QG 9684.

    Adapun pesawat ini memiliki kapasitas 365 kursi dengan konfigurasi 42 kursi kelas ekonomi premium (seat pitch 38 inci) dan 323 kursi kelas ekonomi (seat pitch 30-31 inci).

    Pesawat tersebut bertolak dari Toulouse, Perancis pada 3 Desember 2019 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng pada 4 Desember 2019. Unit anyar ini akan melengkapi jajaran armada Citilink Indonesia yang saat ini terdiri dari 51 unit pesawat Airbus A320 dan 7 unit pesawat ATR 72-600.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.