Tak Hanya Jiwasraya, SBY juga Sentil BUMN Bermasalah Lainnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Ruang Garuda, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. Pertemuan dilakukan di tengah isu Demokrat menyatakan siap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Meskipun, PDIP telah mengutarakan sinyal penolakan ada parpol di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf yang gabung usai Pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Ruang Garuda, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. Pertemuan dilakukan di tengah isu Demokrat menyatakan siap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Meskipun, PDIP telah mengutarakan sinyal penolakan ada parpol di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf yang gabung usai Pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tak hanya bicara soal kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya yang belakangan ini mencuat dan menyita perhatian publik. Ia juga menyinggung soal kondisi keuangan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang bermasalah.

    "Saya juga dapat informasi; katanya skrg banyak BUMN (termasuk sejumlah bank) yg bermasalah," ujar SBY seperti dicuitkan oleh staf pribadinya, Ossy Dermawan melalui akun Twitter-nya @OssyDermawan, Jumat, 27 Desember 2019.

    Tak sedikit perusahaan pelat merah, yang menurut SBY itu bermasalah, terlihat dari sejumlah indikator keuangan yang tak sehat. "Mulai dr keuangan yg tak sehat, utang yg sangat besar sampai dengan dugaan penyimpangan (melanggar aturan). Kalau begini, jangan-jangan saya lagi yg disalahkan. Begitu respons SBY," kata Ossy.

    Ossy menjelaskan pernyataan Yudhoyono itu disampaikan saat menerima sejumlah tamu pada hari kemarin, Kamis, 26 Desember 2019. Di awal pertemuan itu, ada yang menyampaikan ke SBY bahwa sepertinya kasus gagal bayar Jiwasraya akan ditarik ke tahun 2006.

    Saat itu, kata Ossy, SBY menanggapinya dengan tenang. "Dengan tenang SBY menjawab: Kalau di negeri ini tak satupun yg mau bertgg jwb ttg kasus Jiwasraya, ya.. salahkan saja masa lalu."

    Meski begitu, SBY mengingatkan, krisis besar yang terjadi di Jiwasraya diketahui rakyat pada dua tahun terakhir yakni di 2018-2019. "Jika ini pun tak ada yg bertgg jwb, ya sudah, salahkan saja th 2006," kata SBY seperti ditirukan oleh Ossy.

    SBY lalu menyebutkan sejumlah pejabat terkait di tahun 206 masih ada hingga kini. "Mulai dr saya, Wapres JK, Menkeu SMI, Men BUMN dll. Tapi, tak perlu mereka hrs disalahkan."

    Pernyataan Yudhoyono itu disampaikan sepekan setelah Presiden Jokowi mengungkit masalah Jiwasraya saat kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu, 18 Desember 2019. Saat itu, Jokowi menyatakan masalah yang membelit Jiwasraya sudah berlangsung lama selama sekitar sepuluh tahun.

    Jokowi juga mengklaim selama tiga tahun sudah mengetahui masalah tersebut. Namun, menurut dia, persoalan yang mendera Jiwasraya itu tidak ringan.

    "Kemarin kita sudah rapat Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan yang jelas gambaran solusinya sudah ada, kita tengah mencari solusi itu. Sudah ada. Masih dalam proses," kata Jokowi, Rabu pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.