Harapan Menhub untuk Pemenang Lelang Pengembangan Bandara Komodo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi berharap layanan dan kinerja Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, meningkat dengan terpilihnya konsorsium Cardig Aero Service yang menang lelang proyek pengembangan bandara tersebut.

    Budi menuturkan pemenang lelang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam membangun dan mengelola bandara. "Sehingga diharapkan kinerja dan pelayanan di Bandara Labuan Bajo semakin meningkat,” kata Budi dalam siaran pers Selasa, 26 Desember 2019.

    Konsorsium CAS beranggotakan PT. Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd.

    Dia menuturkan konsorsium CAS menjadi pemenang proyek setelah melalui proses seleksi ketat dari tim ahli yang terdiri dari seperti, Prof Wihana, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ellen Tangkudung, Ketua YLKI Tulus Abadi, Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman, Tommy Soetomo, Sesditjen Perhubungan Udara Nur Isnis, dan lain-lain.

    Proyek pengembangan bandara ini menggunakan skema Kerja sama Pemerintah - Badan Usaha (KPBU), dan dilakukan dalam rangka mendorong partisipasi badan usaha untuk turut serta membangun dan memberikan pelayanan infrastruktur transportasi di Indonesia yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

    Khususnya di Labuan Bajo yang menjadi salah satu dari 5 Bali Baru yang tengah disiapkan Pemerintah menjadi destinasi wisata kelas dunia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.