Uji Coba Berhasil, Pertamina Terapkan B30 di Sumatera Utara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi bahan bakar B30 pada kendaraan saat peluncuran B30 di kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6) Pemerintah melakukan uji coba penggunaan Bahan Bakar campuran Biodiesel 30% (B30) pada bahan bakar solar kendaraan bermesin diesel. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas mengisi bahan bakar B30 pada kendaraan saat peluncuran B30 di kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6) Pemerintah melakukan uji coba penggunaan Bahan Bakar campuran Biodiesel 30% (B30) pada bahan bakar solar kendaraan bermesin diesel. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Medan - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 telah melakukan uji coba implementasi program B30 di Provinsi Sumatera Utara sejak 1 sampai 31 Desember 2019. Mulai 2020, sesuai Kepmen ESDM Nomor 227 Tahun 2019 menetapkan komposisi FAME dari B20 menjadi B30. Bahan bakar jenis diesel ini diterapkan pada produk Dexlite dan Biosolar.

    Energi baru terbarukan B20 adalah bahan bakar jenis diesel yang merupakan pencampuran B2,5 Fatty Acid Mathyl Ester (FAME) dengan Solar. Pada 2019 ini, realisasinya telah mengalami peningkatan sebesar 5,59 juta kiloliter untuk seluruh sektor. Di 2020, FAME B20 menjadi B30, artinya campuran FAME menjadi 30 persen.

    Unit Manager Communication dan CSR MOR 1 Pertamina, Roby Hervindo mengatakan, proyek percontohan uji coba B30 dilaksanakan Fuel Terminal (FT) Medan Group. Fasilitas ini menyuplai B30 kepada 256 SPBU. Mulai awal Desember sampai sekarang, FT Medan Group telah menyalurkan 47.000 kiloliter B30.

    "Uji coba tidak ada kendala. Kita akan terapkan di wilayah MOR 1 lainnya yaitu Provinsi Sumatera Barat, Riau, Aceh dan Kepri di 2020. Targetnya 100 persen," kata Robby, Kamis, 26 Desember 2019.

    Soal harga, Robby menjamin penerapan B30 tidak akan mempengaruhi harga yang berlaku saat ini. Sesuai Perpres Nomor 24 tahun 2016 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit, patokan harga biodiesel tetap mengacu pada indeks pasar minyak solar. B30 merupakan bahan bakar ramah lingkungan karena emisi gas buangnya rendah tanpa mengurangi performa kendaraan.

    Selain itu, B30 juga lebih efisien dalam penggunaan bahan baku minyak mentah. FAME sebagai bahan campuran B30 juga memiliki “Soap Effect”, yaitu dapat membersihkan saluran pembakaran dengan mengangkat endapan sisa pembakaran kendaraan. "B30 memiliki pembakaran yang relatif bersih dan sangat ramah lingkungan," kata Robby.

    Robby menjelaskan sedikitnya ada dua metode pencampuran B30. Pertama metode New Gantry System (NGS), kedua metode Tank Blending bagi FT yang belum memiliki teknologi NGS.

    FT Medan Group yang menjadi proyek percontohan uji coba B30 sudah menggunakan metode NGS. "Pencampuran FAME dan solar menggunakan inline blending melalui jalur pipa," kata Fuel Terminal Manager Medan Group, Anas Hasan.

    Anas menyebutkan, pasokan campuran B30 FAME untuk FT Medan Group berasal dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) PT PHPO (Permata Hijau Palm Oleo). FAME disuplai menggunakan jalur pipa karena produksi atau kilang BUBBN dekat dengan FT Medan sehingga lebih efisien ketimbang menggunakan kapal atau mobil tangki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?