Menhub Ingin Daya Tampung Bandara Komodo Tembus 4 Juta Penjumpang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengecek pengoperasian runway 3 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Minggu, 8 September 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengecek pengoperasian runway 3 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Minggu, 8 September 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap Bandara Komodo - Labuan Bajo dikembangkan untuk menampung 4 juta penumpang. "Saat ini penumpangnya 500 ribu akan menjadi 4 juta kurang dari 10 tahun," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Perhubungan, Kamis, 26 Desember 2019.

    Kendati demikian, Budi Karya berharap dalam satu tahun sudah ada pengembangan dari bandara tersebut, dengan penambahan kapasitas terminal paling lama lima tahun. "Tapi kalau kita lihat investasinya besar di Labuan Bajo, pasti investor akan melakukan lebih pendek, kami harap tiga tahun bisa selesai apa yang diinvestasikan dan maksimum lima tahun."

    Kementerian Perhubungan menetapkan Konsorsium CAS, dengan anggota PT Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd, sebagai pemenang Proyek Pengembangan Bandara Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. "Investasi yang dikucurkan adalah Rp 1,2 triliun, dengan biaya operasional Rp 5,7 triliun selama 25 tahun, juga jaminan Rp 5 miliar dari investor," ujar Budi Karya .

    Ke depannya, tugas investor, kata  Budi, adalah merancang, membangun, membiayai, serta melakukan operasi dan perawatan dari bandara tersebut. Konsesi itu mendapat konsesi selama 25 tahun. Setelah itu, aset diserahkan kepada pemerintah.

    Adapun pengembangan bandara tersebut dilakukan guna menunjang Kawasan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu Kawasan destinasi pariwisata superprioritas. Proyek KPBU dipilih untuk mendapatkan Badan Usaha yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk mengelola Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo sesuai dengan tahapan pembangunan yang telah direncanakan.

    Pembangunan yang dilakukan antara lain fasilitas sisi udara yang meliputi perpanjangan dan perkerasan landas pacu, penambahan apron, stopway dan RESA. Pembangunan Fasilitas Sisi Darat meliputi Perluasan Terminal Penumpang Domestik, Pembangunan Terminal Penumpang Internasional; Kantor dan Gedung; dan Fasilitas Pendukung lainnya.

    "Runway kami rencanakan menjadi 2.750 meter, artinya pesawat menengah dari Cina dan Jepang bisa mendarat ke Bajo, karena sekarang hanya 2.400 meter," kata Budi Karya. Pembangunan runway direncanakan kelar paling lama dua tahun ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.