Rupiah Menguat Menjelang Libur Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi, 26 Desember 2019, bergerak menguat menjelang libur akhir tahun 2019

    Pada pukul 09.44 WIB, rupiah bergerak menguat empat poin atau 0,03 persen menjadi Rp13.975 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di posisi Rp13.979 per dolar AS.

    "Dalam perdagangan hari ini, rupiah akan menguat karena dukungan eksternal dan internal yang begitu kuat sehingga di akhir tahun ini mata uang garuda akan ditutup di bawah 14.000. Ini capaian yang luar biasa bagi pemerintah saat ini," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis.

    Dari eksternal, pasar optimistis hubungan AS-Cina kembali harmonis setelah kedua negara mencapai kesepakatan damai dagang fase I yang sepertinya akan diteken pada awal bulan depan.

    Salah satu poin dalam kesepakatan tersebut adalah Cina berkomitmen untuk membeli lebih banyak produk AS dan mengurangi hambatan impor. Ini dilakukan untuk menurunkan defisit perdagangan AS dengan China, yang menjadi perhatian utama Trump.

    Cina serius dengan komitmen tersebut. Pada pertengahan bulan ini, Kepala Kantor Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengungkapkan China setuju menambah pembelian hasil pertanian AS senilai US$ 32 miliar dalam dua tahun ke depan.

    Namun Cina telah meningkatkan kritik bahwa AS mengganggu di Hong Kong, Taiwan dan hal-hal lain yang dianggapnya internal.

    Dari internal, Ibrahim menilai reformasi di bidang birokrasi, keuangan dan lainnya yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia membuahkan hasil yang manis di akhir tahun ini.

    "Ini semua berkat kerja sama yang apik dengan pelaku bisnis dan yang terpenting kondisi politik dalam negeri yang stabil," ujar Ibrahim.

    Pemerintah juga berfokus terhadap pengurangan impor migas sebesar 50 persen melalui implementasi B20 dan B30, dan tahun depan akan di luncurkan B100 sehingga Indonesia bisa mengekspor biodiesel.

    "Sehingga akan berdampak terhadap CAD yang akan terus membaik di tahun depan," kata dia.

    Ibrahim memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp 13.935 per dolar AS hingga Rp 13.990 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.