Libur Natal dan Tahun Baru, Okupansi Bobobox Lebih dari 90 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bobobox mampu mengeliminasi proses melalui resepsionis, gantinya berupa aplikasi. Foto: @dipoandaru_

    Bobobox mampu mengeliminasi proses melalui resepsionis, gantinya berupa aplikasi. Foto: @dipoandaru_

    TEMPO.CO, Jakarta - Hotel kapsul bisa jadi alternatif dalam menghabiskan masa libur akhir tahun ini. Jangan salah, permintaan hotel mini ini meningkat ketimbang hari biasanya. Chief Executive Officer (CEO) Bobobox Indra Gunawan mengatakan tingkat keterisian atau okupansi Bobobox naik hingga lebih dari 90 persen dalam sepekan terakhir.

    "Padahal pada hari biasa, okupansi kami rata-rata hanya 80 persen per hari," ujar Indra kepada Tempo, Selasa 25 Desember 2019.

    Sebelumnya, Indra mengatakan hotel kapsul yang dikelolanya termasuk penginapan yang mengusung konsep digital. Menurut Indra dengan teknik seperti ini dapat menekan sumber daya manusia seminim mungkin karena dengan aplikasi, pelanggan dapat mengendalikan semuanya. Tak heran, mayoritas pengunjung Bobobox adalah kelompok milenial.

    "Sebanyak 90 persen market kami adalah millenials dan next generation. Mereka biasanya berumur dari 18-35 tahun. Di mana 52 persen wanita dan 48 persen pria," ujar Indra.

    Adapun Bobobox memanfaatkan teknologi dalam berbagai cara untuk membantu tamu, mulai dari pemesanan, check-in dan check-out, mengontrol fasilitas pod, bahkan hingga mengobrol dengan sesama pelancong dengan mulus. Indra menjelaskan semua pengaturan bisa dilakukan dalam satu genggaman smartphone, misalnya saja membuka akses kamar dengan QR code yang terdapat pada aplikasi.

    Menurut Indra, saat ini orang tidak mencari hotel yang hanya mengandalkan murah tetapi mereka ingin menginap dengan mendapat pengalaman yang berbeda dalam melepas penat. "Untuk media promosi, online travel dan sosial media menjadi media utama untuk menarik customers kami," tutur Indra.

    Pengelola jaringan penginapan kapsul berbasis teknologi ini telah meluncurkan dua hotel baru di Jakarta. Dua hotel kapsul baru itu berada di kawasan Kebayoran Baru dan Pancoran, Jakarta Selatan. Kawasan ini dipilih karena sesuai dengan kriteria, yaitu lokasi dengan kepadatan yang bagus dan tempat milenial berkumpul. Kini, Bobobox memiliki 326 pod di Jakarta.

    Adapun Bobobox pertama kali berdiri pada 2017. Pada Juli 2018, hotel ini telah meluncurkan penginapan hotel kapsul pertama di Bandung. Kini Bobobox telah memiliki tiga cabang di Pasir Kaliki, Dago, dan Cipaganti.

    Kepala Perusahaan Bobobox Antonius Bong, kehadiran Bobobox di Jakarta akan semakin diminati pelancong. Ia ingin Bobobox menjadi akomodasi untuk fasilitas milenial dan business travelers. "Secara bisnis, pasar di Jakarta jauh lebih besar dengan tingkat mobilitas yang tinggi," tutur dia.

    LARISSA HUDA | EKO WAHYUDI | BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara