Libur Akhir Tahun, PT KAI Daops 8 Surabaya Terjunkan 591 Personel

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang kereta api berjalan menuju peron keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. Puncak arus mudik dari Jakarta menggunakan kereta api akan terjadi pada 21-22 Desember 2018 dan diprediksi mengalami kenaikan penumpang hingga empat persen atau dari sekitar 5,1 juta menjadi 5,3 juta penumpang. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Calon penumpang kereta api berjalan menuju peron keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. Puncak arus mudik dari Jakarta menggunakan kereta api akan terjadi pada 21-22 Desember 2018 dan diprediksi mengalami kenaikan penumpang hingga empat persen atau dari sekitar 5,1 juta menjadi 5,3 juta penumpang. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) 8 Surabaya menerjunkan 591 personel untuk pengamanan dan pengawalan kereta api dan pengawasan rel di stasiun selama libur akhir tahun ini.

    Pengamanan juga dibutuhkan untuk antisipasi musim hujan dan pengawasan jalur KA, berikut petugas ekstra. Fungsinya untuk kepastian keandalan jalur rel AK berikut Alat Material untuk Siaga (AMUS) berupa batu kericak, bantalan rel, pasir dan bahan lainnya.

    “Kita siapkan betul keamanan dan pengawasan, ujar Manager Humas PT KAI Daops 8 Surabaya Suprapto pada Tempo, Rabu, 25 Desember 2019.

    Sedangkan material itu, lanjut Suprapto, sudah disediakan di empat titik, di jalur selatan, utara dan ke arah timur dan arah Malang. Seperti di jalur utara tepatnya di Stasiun Babat, Lamongan. Kemudian di jalur selatan yaitu di Stasiun Mojokerto, ke jalur timur di Stasiun Bangil serta ke Stasiun Wlingi, Blitar.

    Untuk pengawasan itu, para petugas ekstra disiagakan sebanyak 37 petugas penilik jalan (PPJ) ekstra. Kemudian sebanyak 83 penjaga jalan lintas (PJL) ekstra, dan 7 petugas posko daerah ekstra.

    Jadi ada total 127 petugas unit jalan rel yang disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA sepanjang jalur rel di lintas Daop 8 Surabaya. ”Mereka ini petugas ekstra khusus pengawasan rel,” kata Suprapto.

    Sedangkan untuk pengamanan, menurut Suprapto, pihaknya menyiapkan 591 personel keamanan. Yaitu terdiri dari 153 personel Polsuska, 433 personel security, dan 5 personil pembinaan dari Kepolisian Daerah Jawa Timur, serta bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 130 personel. Ada juga tim dari 4 anjing pelacak (K9).

    Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA. Kemudian stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta.”Jadi, pengamanannya ada yang bersifat mobile dan standby,” kata Suprapto.

    Sementara itu di Stasiun Kota Bojonegoro, pengamanan didatangkan dari Brimob Polda Jawa Timur sebanyak enam personel. Kemudian dari keamanan PT KAI dan petugas piket. Mereka ini, berkeliling di stasiun KA terdekat, Seperti Stasiun KA Kapas, Stasiun KA Sumberejo, Stasiun KA Kalitudu dan Stasiun KA Padangan. “Kita tentu senang ada penjagaan,” ujar Karina, penumpang asal Bojonegoro.

    PT KAI Daops 8 Surabaya sebelumnya memprediksi pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 dan 2020, jumlah penumpang KA di wilayahnya ada peningkatan sekitar 812.185 orang atau naik 8,7 persen dibandingkan tahun lalu. Pada akhir tahun lalu, jumlah penumpang naik sebanyak 747.380 orang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.