Natal 2019, Menhub Harapkan Indonesia Tambah Kompak dan Damai

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengucapkan selamat Natal bagi seluruh kristiani di Indonesia. 

    "Kita harapkan momentum ini menjadi Indonesia tambah baik, tambah kompak dan damai untuk Natal," kata Budi di kediaman Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. Ia mengenakan batik warna dasar putih gading dengan kendaraan dinas kementerian berwarna hitam. 

    Di dalam taman khusus digunakan perayaan Natal, ia juga sempat bertemu dengan menteri kabinet Indonesia Maju lainnya, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Perdagangan.

    Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memiliki pesan pada perayaan Natal tahun ini. Natal bagi Luhut memiliki makna momen untuk berbagi rasa, menolong atau memberikan atau membagi kebahagiaan hidup.

    "Jadi tidak ada kau benar, aku salah. Tapi saya melihat bagaimana saya berbuat baik pada lingkungan. Kita membagi kebahagiaan yang kita punya pada orang lain, sehingga kita bisa membuat kenyamanan hidup bagi lingkungan kita masing-masing," kata Luhut saat open house di rumahnya dinasnya di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019. "Jadi saya pikir, itu ya pesan natal. Bawa perdamaian." 

    Luhut mengatakan Natal merupakan momen untuk berkumpul keluarga. "Kita juga refleksi selama setahun ini apa sih yang kita sudah perbuat. Kan kami juga manusia yang penuh kekurangan, tapi juga kami berikan pengalaman-pengalaman ke anak cucu kami agar tidak ulangi kesalahan," ujarnya.

    Menurut Luhut, agama manapun membawa  pesan damai, berbagi kebahagiaan, dan  membantu orang yang kurang beruntung. Daripada sekedar marah dan kritik, menurut dia, lebih baik bertanya pada hati paling dalam. "Apa sih yang sudah saya buat kepada lingkungan saya."

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.