Penurunan Harga Tiket Pesawat, Wishnutama: Bukan Kerja Sederhana

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat jumpa media di Oeang Coffee Roastery, Jakarta Selatan, 5 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat jumpa media di Oeang Coffee Roastery, Jakarta Selatan, 5 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengaku terus berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengkaji masalah tingginya harga tiket pesawat yang masih dikeluhkan masyarakat saat ini. 

    Namun begitu, menurut Wishnutama, upaya menekan harga tiket pesawat bukan perkara mudah. Pasalnya, masalah harga tiket pesawat yang tinggi itu sangatlah kompleks.

    "Bukan kerja yang sederhana. Karena kan kompleks, macam-macam, ada pengaruh harga avtur, leasing dan lainnya. Jadi kita harus lihat secara komprehensif bagaimana cara menekan harga tiket agar komprehensif," ucap Wishnutama, ketika ditemui di kediaman Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.

    Wishnutama menjelaskan, upaya menurunkan harga tiket pesawat dilakukan untuk mendorong sektor pariwisata yang dinilai sedikit kurang bergairah pada tahun 2019 ini.
    Berdasarkan catatan PT Angkasa Pura II, penurunan jumlah penumpang secara keseluruhan di bandara yang dikelola BUMN tersebut mencapai 18,85 persen.

    Pada tahun ini pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16,3 juta orang. Adapun perkiraan devisa yang diperoleh dari sektor pariwisata mencapai US$ 20 miliar.

    Ke depan, menurut Wishnutama, selain mengunggulkan lima destinasi super prioritas yang sedang dibangun, pemerintah akan terus mendorong pariwisata lainnya. "Tapi pada saat bersamaan kita harus membangun infrastruktur, ekosistem ekonomi kreatif dan banyak hal lain," katanya.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya menyatakan telah ada komitmen dari sejumlah maskapai berbiaya rendah atau LCC untuk rute penerbangan domestik menurunkan harga tiket pesawat di hari-hari tertentu hingga Februari 2020. Secara khusus, harga tiket LCC untuk rute penerbangan domestik angkutan niaga berjadwal akan turun 30 persen di hari Senin hingga Kamis setiap pekan. 

    “Kebijakan ini adalah komitmen dari maskapai. Awalnya Garuda Indonesia dulu yang mulai. Nanti Lion Air biasanya mengikuti,” ujar Budi Karya di kantornya, Kamis, 5 Desember 2019. 
     
    Budi Karya mengatakan Garuda Indonesia akan memulai penurunan tarif pada Desember. Niat ini sudah disampaikan entitas penerbangan saat rapat bersama dengan pemerintah. Ia memperkirakan seluruh rute domestik akan terdampak penurunan tarif. 
     
    Penurunan harga tiket pesawat ini menindaklanjuti keluhan masyarakat sejak awal tahun lalu. Pada awal 2019, seluruh maskapai penerbangan menaikkan harga tiket secara signifikan. Manajemen sejumlah maskapai menyatakan kenaikan tarif dilakukan dan menyeimbangkan harga pokok produksi atau HPP. Khususnya menyesuaikan harga bahan bakar avtur. 
     
    ANTARA | FRANCISCA CHRISTY

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.