Menkominfo Blak-blakan soal Rencana Blokir IndoXXI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Infomatika Johnny G Plate saat jumpa media di kantornya, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    Menteri Komunikasi dan Infomatika Johnny G Plate saat jumpa media di kantornya, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo Johnny G Plate menjelaskan penutupan laman menonton film IndoXXI sebagai salah satu bentuk perlindungan kepada seluruh karya hak kekayaan intelektual. Menurut dia, peredaran film bajakan secara digital akan berdampak buruk bagi kreativitas bangsa Indonesia.

    "Negara kita sangat menghormati kekayaan intelektual. Kita juga harus hormati kekayaan intelektual bangsa lain. Menggunakan film bajakan itu bisa berefek buruk pada Indonesia," kata dia di kediamannya Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019.

    Johnny mengatakan, dalam kasus seperti ini dibutuhkan kesadaran oleh semua pihak termasuk dari pengelola laman serupa. Ia menegaskan, bahwa jika situs tontonan ilegal ini terus bermunculan lagi, setelah ditutup maka pihaknya tak segan akan dibawa ke ranah hukum.

    Saat ini Kominfo telah menutup seribuan lebih situs karena disalahgunakan. "Ya yang penting ada kesadaran dari beberapa pemilik situs, operator situs, bahwa itu salah, dan stop. Kalau itu berlanjut tentu ada tindakan hukum," ujarnya.

    Johnny sebenarnya sangat mendukung dengan pertumbuhan industri digital di dalam negeri, namun harus dilakukan dengan cara-cara yang legal. "Kalau ingin punya situs atau aplikasi untuk film, boleh, silakan ajukan izin. Kami akan memfasilitasi, kami dengan senang akan mendukung apps dalam negeri berkembang. Tapi jangan ilegal. apalagi mengedarkan film-film legal dan bajakan," ungkap dia.

    Saat ini pemerintah sedang membangun iklim investasi yang kondusif dengan menarik investor dari luar Indonesia. Sehingga Johnny meminta akan untuk menjaga iklimnya tetap baik, dengan menghormati kekayaan intelektual.

    "Jangan meneruskan bajakan, seolah-olah menonton atau menyiarkan film bajakan itu murah. Tapi untuk jangka panjangnya itu mematikan kreativitas anak-anak bangsa kita sendiri," tuturnya.

    Apabila tindakan tersebut tidak diambil, Johnny mengkhawatirkan, Indonesia bisa dicap sebagai bangsa yang tidak mendukung hak atas kekayaan intelektual, oleh negara lain sehingga mengganggu iklim investasi.

    Sehingga, Johnny G. Plate mengimbau untuk membangun kreativitas bangsa, dengan menciptakan banyak film karya dalam negeri berkualitas, dan menciptakan pasar yang mandiri. "Marilah kita saat ini membangun kreativitas dalam negeri, ada banyak itu film-film yang bisa dibuat di dalam negeri," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.