Libur Natal dan Tahun Baru, Mentan Pastikan Stok Pangan Aman

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrul Yasin Limpo tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Syahrul Yasin Limpo tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan pangan saat libur Natal dan Tahun Baru aman. Hal itu didasarkan pada laporan kesiapan dalam menyambut akhir tahun yang lebih baik.

    Syahrul berharap kondisi pasokan ini terus berlanjut hingga Januari 2020. "Kita berharap ini menjadi langkah awal memasuki 2020 yang Insya Allah akan jauh lebih kuat lagi. Kita mempersiapkan segala kebutuhan-kebutuhan masyarakat, terutama dalam peak season seperti ini," kata dia usai ramah tamah Natal di kediaman Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019.

    Dalam menyiapkan pangan untuk ke depan, Syahrul pun telah mengantisipasi dengan pendekatan teknologi untuk memprediksi dari cuaca suatu wilayah. Pasalnya hal tersebut sangat memengaruhi dari panen komoditas pangan. 

    Menurut Syahrul, dalam hal pertanian tidak boleh ada salah prediksi. Sebab, jika ada sedikit perubahan cuaca sedikit akan memengaruhi musim panen komoditas pangan. Ia memperkirakan pada tiga bulan tahun depan akan terjadi puncak musim panen.

    Syahrul menjelaskan, salah satu masalah yang terkait dengan pangan adalah cuaca dan bencana alam. "Oleh karena itu antisipasi kita melalui pencitraan satelit dan analisa-nalisa yang ada melalui pendekatan IT. Tentu saja menjadi sangat penting untuk digunakan," katanya.

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi sebelumnya menjelaskan bahwa stok gula putih sampai akhir November berada di angka 976.680 ton dengan perkiraan kebutuhan sampai Maret berjumlah 939.257 ton.

    Meski masih terdapat surplus 37.423 ton, selama periode ini diperkirakan stok gula eks-impor untuk berada di volume 495.114 ton sehingga neraca akhir menunjukkan surplus 532.537 ton.

    Hal serupa pun diperlihatkan oleh neraca daging sapi dan kerbau. Pemerintah mencatat stok yang tersedia sampai akhir November berjumlah 44.481 ton dengan potensi produksi sampai Maret sebanyak 137.046 ton.

    Di sisi lain, kebutuhan selama periode ini diproyeksi mencapai 236.579 ton sehingga pemenuhan konsumsi turut ditopang stok daging impor dengan volume 61.116 ton. “Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog saat ini juga dalam kondisi yang aman,” kata Agung.

    Total stok beras secara keseluruhan selama Januari - November 2019 tercatat berjumlah 4,75 juta ton dengan stok di Perum Bulog di kisaran 2,2 juta ton sampai akhir November. Adapun, untuk gula pasir dan daging kerbau, stok yang dikelola Bulog sampai saat ini berjumlah 3.200 ton dan 2.600 ton.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.