Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya, Menhub Sampaikan Duka Cita

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa, 24 Desember 2019. Berdasarkan data dari Polres Pagaralam dari total 39 orang penumpang bus yang menjadi korban, 25 orang meninggal dunia dan 14 orang mengalami luka berat dan ringan. ANTARA/Handout/Dok Basarnas Palembang

    Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa, 24 Desember 2019. Berdasarkan data dari Polres Pagaralam dari total 39 orang penumpang bus yang menjadi korban, 25 orang meninggal dunia dan 14 orang mengalami luka berat dan ringan. ANTARA/Handout/Dok Basarnas Palembang

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikanrasa duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan Bus Sriwijaya yang terjadi di Pagaralam, Sumatera Selatan. Dia mengatakan, Kemenhub sudah melakukan upaya intensif dengan menugaskan beberapa pihak dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat terutama dari KNKT.

    "KNKT akan mencari penyebab kecelakaan apa. Tentu upaya mencari penyebab ini dalam rangka kita menjaga keselamatan," kata Budi Karya saat mengahadiri open house  yang digelar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di rumah dinasnya di Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.

    Atas nama pribadi dan Kementerian, Budi Karya meminta kepada operator sopir untuk selalu mengutamakan keamanan. "Apalagi mereka menggunakan atau membawa penumpang banyak ini menjadi suatu hal yang utama," kata dia.

    Menhub kembali memastikan akan menindak tegas perusahaan bus jika terbukti tidak melakukan ramp check. "Tergantung dari case-nya apa, kalau umpamanya mobil itu tidak di-ramp check tentu ada sebabnya law enforcement yang tegas itu. Mereka sesuai aturan," kata Budi Karya.

    Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa Bus Sriwijaya dengan jenis kendaraan Mitsubishi Fuso BM bernomor polisi BD 7031 AU. Kecelakaan bus itu terjadi di Jalan Lintas Pagaralam - Lahat KM 9 Desa Plang Kenidai Kelurahan Plang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan pada Senin 23 Desember 2019 pukul 23.15.

    Saat ini korban meninggal dunia tercatat sudah mencapai 31 orang. Sisanya 13 orang lagi selamat dengan kondisi luka berat dan ringan. 

    Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Polres Pagaralam, kronologi kejadian yakni Bus Sriwijaya pada awalnya membawa penumpang kurang lebih 50 orang dan berjalan dari arah Bengkulu kota yang mengarah ke Palembang. Bus berangkat kurang lebih pukul 14.00 WIB dari pool. Saat melewati TKP tikungan Lematang Indah KM 9 kota Pagaralam, bus tidak kuat menanjak sehingga melorot dan terjun bebas ke jurang sedalam kurang lebih 80 meter.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.