Libur Natal, Penerbangan Wings Air di Aceh Terisi 90 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Wings Air di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 25 September 2016. TEMPO/Nita Dian

    Pesawat Wings Air di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 25 September 2016. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Suka Makmue - Di hari libur Natal ini, jumlah calon penumpang Wings Air yang berangkat dari sejumlah bandara di Aceh maupun sebaliknya dari Sumatera Utara mengalami peningkatan. Tingkat keterisian pesawat setiap harinya bahkan mencapai 90 persen.

    Maskapai penerbangan berjadwal Wings Air tetap melayani penerbangan ke sejumlah daerah di Provinsi Aceh saat libur Natal. Jenis pesawat yang dioperasikan anak perusahaan Lion Air Group tersebut adalah ATR72 seri 600 dengan  72 seat untuk sekali penerbangan.

    "Penerbangan ke Aceh tetap dilayani seperti jadwal biasanya, tidak ada perubahan jadwal penerbangan," kata Petugas Wings Air Meulaboh, Sunardi di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Provinsi Aceh, Rabu, 25 Desember 2019.

    Selain dipengaruhi faktor hari libur Natal, penuhnya seat pesawat ke Aceh atau sebaliknya karena saat ini juga sudah memasuki libur akhir tahun di sekolah. "Kalau dari segi harga tiket masih dijual Rp700 ribuan untuk sekali penerbangan," kata Sunardi.

    Menurut Sunardi, setiap harinya Wings Air melayani penerbangan ke sejumlah bandara di Aceh seperti Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Bandara Lasikin Pulau Simeulue, Bandara Rembele Takengon di Bener Meriah serta Bandara Sultan Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh Utara.

    Jadwal penerbangan ke daerah ini semuanya dilakukan dari Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Adapun jadwal penerbangan setiap hari adalah satu kali saja, demikian pula pada hari libur Natal ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.