Di Pelabuhan Merak, Menhub Soroti Sistem Penjualan Tiket

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani dan Menteri Kesehatan Nila F Moelek saat meninjau arus angkutan lebaran di penyeberangan Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu 1 Mei 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani dan Menteri Kesehatan Nila F Moelek saat meninjau arus angkutan lebaran di penyeberangan Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu 1 Mei 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta PT ASDP untuk mengevaluasi sistem penjualan tiket di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten. Menurut Menhub, perbaikan itu diperlukan agar penjualan tiket lebih optimal saat terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan seperti pada masa Libur Natal dan Tahun Baru ini.

    "ASDP memang telah menyiapkan vending machine (mesin tiket), menyiapkan kapal. Tapi ada sedikit catatan tentang adanya antrean hingga 1 jam, itu harus dievaluasi. Untuk itu perlu disiapkan suatu mekanisme ticketing yang lebih cepat," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis Selasa malam, 24 Desember 2019.

    Selain itu kata Menhub, ASDP perlu menambah jumlah gerbang agar lebih banyak. Jika memang dibutuhkan, bahkan ASDP perlu menyediakan areal parkir yang dilengkapi fasilitas minum dan sebagainya.

    Pelabuhan Penyeberangan Merak - Bakauheni menjadi salah satu perhatian Menhub Budi Karya pada penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.  Di lokasi itu, dia memprediksi terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan karena jalan tol dari Bakauheni sampai Palembang sudah tersambung. 

    Untuk itu, Menhub meminta untuk dilakukan penerapan sistem ticketing yang lebih cepat, penambahan jumlah gate, serta menyiapkan area parkir apabila memang diperlukan. Selain, itu penerapan rekayasa lalu lintas apabila terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang juga dinilai perlu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.