Puas dengan Tol Layang, Menhub Budi Karya: Japek is The Best!

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) memberangkatkan KA Jaka Tingkir saat meninjau di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Peninjauan diselenggarakan untuk menghadapi masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) memberangkatkan KA Jaka Tingkir saat meninjau di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Peninjauan diselenggarakan untuk menghadapi masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai kemacetan di jalan tol layang Jakarta Cikampek merupakan hal yang wajar karena semua orang ingin mencoba tol Japek II itu. Karena itu, terlepas dari berbagai catatan dan kekurangan tol layang yang dioperasikan sejak 15 Desember 2019 itu, Budi Karya tetap menganggapnya terbaik.

    "Japek is the best," kata Budi Karya di depan wartawan di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, Selasa 24 Desember 2019.

    Terkait dengan kemacetan parah yang sempat terjadi di Tol Layang Jakarta-Cikampek pada Sabtu dan Minggu lalu, Menhub menyamakannya dengan penjual martabak yang laris diserbu pembeli.  "Saya selalu ngomong perumpamaan begini,  saya jual martabak, martabaknya enak banget, saya promosiin. Begitu saya jual, martabaknya habis. Apa saya gagal? Tidak kan. Martabaknya tetap martabak enak. Jadi Japek is the best," katanya. 

    Setelah macet total pada akhir pekan lalu, arus lalu-lintas di Tol Layang Jakarta-Cikampek sempat lancar sepanjang Senin kemarin. Namun, hari ini,  arus lalu-lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek kembali padat. PT Jasa Marga bersama kepolisian akhirnya memberlakukan sistem contraflow pada H-1 menjelang Natal ini. 

    "Contraflow ini diterapkan untuk mencairkan kepadatan yang terjadi di beberapa titik" kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam siaran pers yang diterima di Karawang, Selasa 24 Desember 2019.

    Dwimawan mengatakan, sistem contraflow mulai diberlakukan di jalan Tol Jakarta-Cikampek sekitar pukul 08.30 WIB sepanjang 14 kilometer, mulai dari Kilometer 47 hingga Kilometer 61. Pemberlakuan sistem lawan arus ini dimaksudkan untuk mencairkan kepadatan yang terjadi di titik pertemuan Jalan Tol Layang dan jalan Tol Jakarta-Cikampek reguler di Kilometer 48 dan di sejumlah titik menjelang rest area.

    Budi Karya mengatakan Kemenhub dan Korlantas juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas saat terjadi kemacetan atau kepadatan panjang di sepanjang Tol Layang maupun Tol Jakarta-Cikampek secara keseluruhan. "One way, kalau padat sekali, tetapi kalau tidak begitu padat ada contraflow," ujarnya. 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.