Ribuan Penumpang Padati Stasiun di Madiun Menjelang Natal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uji coba gerbong kereta K3 kelas ekonomi yang dilengkapi dengan pendingin udara atau air conditioner (AC) di Stasiun Besar Madiun, Kamis, 5 Juli 2012. TEMPO/Ishomuddin

    Uji coba gerbong kereta K3 kelas ekonomi yang dilengkapi dengan pendingin udara atau air conditioner (AC) di Stasiun Besar Madiun, Kamis, 5 Juli 2012. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Madiun - Ribuan penumpang memadati sejumlah stasiun di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Tiket beberapa rangkaian kereta api sudah terjual habis.

    "Peningkatan penumpang mulai terlihat di sejumlah stasiun wilayah Daop 7 Madiun. Meski sudah mulai meningkat, belum mencapai puncak kedatangan ataupun keberangkatan," ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko di Madiun, Selasa, 24 Desember 2019.

    Menurut dia, sesuai data selama empat hari masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) berlangsung, 19-22 Desember 2019, jumlah penumpang berangkat dari wilayah Daop Madiun mencapai 58.340 orang. Pada periode yang sama pada 2018, jumlah total penumpang berangkat sebanyak 59.807 orang.

    Sedangkan untuk penumpang datang atau turun di wilayah Daop Madiun empat hari terakhir ada sebanyak 65.570 orang. Pada periode yang sama tahun 2018, penumpang datang ada sebanyak 64.750 orang.

    "Kalau di wilayah Daop Madiun baru ada peningkatan penumpang datang itu pada Minggu hingga hari ini juga ada peningkatan," kata Ixfan sambil mengatakan data terbaru masih dihitung.

    Ia menjelaskan, untuk melayani lonjakan penumpang pada masa angkutan Natal dan tahun baru 2019/2020, PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun menjalankan delapan rangkaian kereta api Nataru di samping kereta reguler lainnya.

    Kedelapan perjalanan KA Natal-Tahun Baru yang dijalankan dan melintas di wilayah Daop 7 Madiun tersebut adalah KA Gajayana Fakultatif relasi Malang-Gambir (PP) sebanyak dua kereta dan KA Matarmaja Nataru relasi Malang-Pasar Senen (PP) sebanyak dua kereta.

    Kemudian, KA Brantas Nataru relasi Blitar-Pasar Senen (PP) sebanyak dua kereta, dan KA Sancaka Fakultatif relasi Surabaya GubengYogyakarta (PP) sebanyak dua kereta.

    Adapun, alokasi ketersediaan tempat duduk per hari mencapai sebanyak 33.431 kursi. Jika diakumulasikan selama 18 hari masa angkutan Natal dan Tahun Baru, tersedia sebanyak 601.768 tempat duduk untuk wilayah Daop Madiun.

    Ixfan menuturkan pantauan data ketersediaan tiket sampai Senin (23/12/2019), dari jumlah tempat duduk sebanyak 3.358 unit per hari dan 60.444 tempat duduk selama 18 hari. Saat ini sudah terjual sebanyak 54.342 tempat duduk. Sehingga sisa 6.102 tempat duduk.

    "KA yang tiketnya telah terjual habis selama 18 hari tersebut di Daop Madiun yaitu KA Kahuripan dan Brantas regular. Sedangkan KA Anjasmoro, Brantas tambahan, dan Singasari di tanggal-tanggal tertentu juga habis. Untuk informasi ketersediaan tiket selama Natal-Tahun Baru bisa langsung dilihat pada aplikasi KAI Access, web resmi KAI, CC121, atau di kanal eksternal yang kerja sama dengan PT KAI," ucap Ixfan.

    Adapun, PT KAI menetapkan masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 selama 18 hari yakni mulai 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.