BI Diperkirakan Masih Bisa Turunkan Suku Bunga hingga 4,25 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo atau ilustrasi Bank Indonesia. TEMPO/Panca Syurkani

    Logo atau ilustrasi Bank Indonesia. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Eric Alexander Sugandi menyatakan kebijakan BI yang memotong suku bunga acuan hingga pada level 5 persen tidak memiliki dampak signifikan untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan. BI 7 Days (Reverse) Repo Rate dipangkas hingga 100 basis poin sepanjang tahun 2019. 

    Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit perbankan yang terhambat disebabkan oleh lemahnya permintaan kredit oleh debitur. Pelemahan ini, lanjutnya, dikarenakan perlambatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

    Meski demikian, ia mengatakan ruang pemangkasan suku bunga acuan masih cukup terbuka. BI diperkirakan masih berpotensi memotong suku bunga acuan hingga ke level 4,25 persen. 

    “Hal ini dapat dilakukan bila inflasi terkendali dan rupiah tidak mengalami tekanan yang signifikan,” ujar Eric dari laporan yang diterima Bisnis.com, Senin 23 Desember 2019.

    Hal senada juga menjadi catatan akhir tahun untuk Bank Indonesia oleh  Institute for Development of Economics anf Finance (Indef). Turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia yang berdampak pada penurunan suku bunga bank ternyata tidak menjamin kenaikan distribusi kredit produktif.

    Selain itu, performa loan to deposits ratio (LDR) sejak 2018 mengalami peningkatan hingga 94,3 persen pada kuartal III/2019. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang stagnan, sedangkan pertumbuhan kredit melesat dalam dua tahun terakhir.

    Berdasarkan laporan yang diterima pada pekan lalu itu, fenomena ini disebabkan oleh DPK yang lebih banyak masuk ke obligasi pemerintah. Akibatnya, likuiditas bank pun terdampak secara negatif.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.