Cegah Stunting, Ridwan Kamil Ingin Pesan Beras Fortifikasi Bulog

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil melakukan  subuh Keliling (Subling) di Masjid Jami Al Barokah, Jl. Pantai Barat Pangandaran , Kabupaten Pangandaran, Minggu, 1 Desember 2019. (Foto: Pipin/Humas Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan subuh Keliling (Subling) di Masjid Jami Al Barokah, Jl. Pantai Barat Pangandaran , Kabupaten Pangandaran, Minggu, 1 Desember 2019. (Foto: Pipin/Humas Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tertarik memesan beras fortifikasi produk Bulog untuk mencegah stunting. “Produk Bulog itu sangat luar biasa, sehingga tadi saya bisik-bisik mungkin ada MoU berikut untuk pencegahan stunting menggunakan produk-produk Bulog yang saya tahu bisa menabur vitamin langsung ke beras,” kata dia di Bandung, Senin, 23 Desember 2019.

    Ridwan Kamil mengakui, kasus stunting di Jawa Barat masih relatif tinggi. “Masih ada 20 persen anak-anak di Jawa Barat terkena stunting,” kata dia.

    Adapun Bulog memproduksi beras fortifikasi, yakni beras dengan kandungan vitamin di dalamnya. Beras ini diklaim bisa membantu menekan kasus stunting. “Harganya lebih tinggi enggak masalah, demi masa depan anak-anak kita, uang negara harus kembali ke rakyat,” kata Ridwan Kamil.

    Menurut dia, beras fortifikasi itu bisa diberikan pada ibu-ibu hamil untuk mencegah kasus stunting. “Nanti Insya Allah beras itu kita pakai untuk ibu-ibu hamil agar suatu hari tidak ada lagi kasus stunting,” kata Ridwan Kamil.

    Direktur Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mengatakan, beras fortifikasi tersebut merupakan produk unggulan Perum Bulog. “Ini produksi murni Bulog, dan hak patennya milik Bulog. Dan nanti bisa seluruh beras itu dicampur dengan vitamin. Jadi semua masyarakat kita memakan beras apa pun sudah bervitamin,” kata dia pada kesempatan yang sama. 

    Buwas mengatakan, beras fortifikasi produk Bulog itu mengandung vitamin. “Kalau masyarakat makan, kandungan vitaminnya belum tentu ada semua. Sekarang kita campur dalam produk beras. Jadi dengan makan beras sudah sama juga sudah lengkap makan vitamin,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.