Rudiantara Batal Jadi Dirut PLN, Erick Thohir: Masak Kedepak?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir belum bersedia mengungkapkan nama Dirut PLN yang akan diumumkan sore ini. Dia hanya mengatakan nama bekas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara masih ada dalam daftar kandidat Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN.

    Erick Thohir juga tak menjawab gamblang ihwal kabar terdepaknya nama Rudiantara untuk menduduki kursi panas di perusahaan setrum tersebut. "Masak orang bagus kedepak, intinya proses itu ada, orang bagus pasti akan kita rekrut, 142 BUMN Komisaris Utama dan Direktur Utamanya harus bagus-bagus," tutur dia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Pertamina Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019.

    Erick mengatakan keputusan nama-nama yang akan menempati posisi petinggi PLN akan diumumkan pada sore ini. "RUPS-nya jam 16.00 WIB di Kantor Kementerian BUMN," tuturnya. Adapun posisi yang diumumkan antara lain Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, Direktur Keuangan, Komisaris Utama, dan Wakil Komisaris Utama.

    Kabar terbaru adalah nama Zulkifli Zaini disebut-sebut akan menjadi Direktur Utama PLN. Zulkifli Zaini adalah bekas Direktur Utama Bank Mandiri.

    Seorang sumber mengatakan Zulkifli Zaini adalah calon Direktur Utama PLN. Ia menyisihkan Rudiantara, eks Menteri Komunikasi dan Informatika serta Sripeni Inten Cahyani, Plt Dirut PLN saat ini.

    Rudiantara sebelumnya sempat digadang-gadang menjadi bos di pabrik setrum nasional ini. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Presiden Jokowi sudah menunjuk Rudiantara sebagai Dirut PLN.

    CAESAR AKBAR | FRANCISCA CHRISTY | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.