Megawati Minta Wishnutama Bangkitkan Lagi Jalur Rempah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman Megawati, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019. Pertemuan Pimpinan MPR dengan Megawati Soekarnoputri tersebut menyampaikan undangan secara resmi terkait pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober 2019 mendatang dan mendengarkan pandangan soal Amandemen Undang-Undang Dasar terkait Garis Besar Haluan Negara (GBHN). TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman Megawati, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019. Pertemuan Pimpinan MPR dengan Megawati Soekarnoputri tersebut menyampaikan undangan secara resmi terkait pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober 2019 mendatang dan mendengarkan pandangan soal Amandemen Undang-Undang Dasar terkait Garis Besar Haluan Negara (GBHN). TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta Jalur Rempah bisa dihidupkan kembali untuk pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Permintaan itu disampaikan Megawati kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama pada Anugerah Trisakti Tourism Award 2019 di Grand Sahid Hotel Jakarta, Minggu malam.

    Presiden ke-5 RI itu membandingkan dengan Cina yang memiliki Jalur Sutra yang dihidupkan lagi dengan One Belt One Road (OBOR). "Kalau di Cina ada OBOR, Jalur Sutra, sebenarnya kita juga punya. Namanya Jalur Rempah," kata dia seraya menoleh ke arah Menteri Wishnutama.

    Nusantara, kata dia, pernah berjaya dan berkiprah di dunia, sedangkan bila Tiongkok berbangga dengan Jalur Sutra, Indonesia juga mempunya hal sama, yakni Jalur Rempah. "Saya harap Pak Wishnu bangkitkan kembali apa yang namanya Jalur Rempah," kata Megawati.

    Ia mengingatkan bahwa sektor pariwisata semestinya tidak hanya digerakkan pemerintah, melainkan juga masyarakat sebagaimana di Jepang. "Rakyatnya digerakkan. Seluruh kekuatan, keindahannya digerakkan, bukan hanya oleh mohon maaf, biro-biro tourisme, tetapi juga oleh rakyat Jepang," kata dia.

    Sebagai contoh, kata dia, makanan yang disajikan Jepang, seperti tempura dibuat dari bahan-bahan sendiri yang diambil dari hutan atau diproduksi sendiri. "Pak Wishnutama, saya titip, tolong gerakkan masyarakat itu, untuk mereka tahu daerahnya itu punya potensi besar untuk destinasi pariwisata," kata Megawati.

    Trisakti Tourism Award diberikan kepada pemerintah daerah yang berhasil mengangkat dan mengembangkan potensi pariwisara di daerahnya. Penghargaan itu terbagi dalam lima kategori, yakni wisata bahari, wisata alam, wisata petualangan, wisata sejarah dan budaya, serta wisata kuliner dan belanja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.