Batik Air Buka Rute Penerbangan Jakarta - Bangkok

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737 Batik Air di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 Juni 2019.  TEMPO/Prima Mulia

    Petugas melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737 Batik Air di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 Juni 2019. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Batik Air meluncurkan rute internasional Bandara Internasional Soekaro-Hatta - Bandara Internasional Don Mueang, Thailand. Chief Executive Officer (CEO) Batik Air Capt. Achmad Luthfie menuturkan peluncuran rute internasional menuju kota ternama di Thailand merupakan wujud ekspansi bisnis dan komitmen Batik Air guna memberikan layanan terbaik kepada para tamu.

    "Rute ini diharapkan mampu mewujudkan impian setiap tamu, wisatawan dan pebisnis menuju tempat memukau di kawasan Asia Tenggara," katanya dalam siaran pers pada Minggu, 22 Desember 2019.

    Batik Air optimistis bahwa penerbangan bisa membantu menggeliatkan program perekonomian dan tingkat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia melalui jadwal keberangkatan dan kedatangan yang tepat.

    Dia menuturkan Bangkok telah melengkapi tujuan internasional Batik Air setelah beberapa rute internasional juga dijalankan oleh perusahaan.

    Batik Air akan memperluas jaringan layanan sesuai analisis termasuk permintaan pasar, potensial rute dalam upaya mengakomodir kebutuhan perjalanan udara dari para tamu pada waktu mendatang sesuai strategi bisnis.

    "Batik Air mengharapkan pebisnis dan wisatawan asal Thailand dan sekitar yang mempunyai rencana menjelajahi lebih luas lagi kota-kota favorit yang dilayani oleh Batik Air semakin mudah. Batik Air menghadirkan koneksi perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta," katanya.

    Pilihan konektivitas yang terhubung dari Bangkok ke Indonesia meliputi ke Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Jambi, Palembang, Lubuk Linggau, Tanjung Pandan, Lampung, Semarang, Yogyakarta Kulonprogo, Solo, Yogyakarta Adisutjipto, Surabaya, Denpasar, Lombok, Kupang, Banjarmasin, Makassar, Kendari, Palu, Manado, Gorontalo, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Timika, Jayapura, Merauke.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.