Hasil Survei, Bintaro Kuasai Pasar Hunian Mewah di Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stan milik PT Pembangunan Perumahan Tbk. atau PT PP mengelar acara diskusi disela-sela gelaran acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) mulai 27 Juli hingga 4 Agustus 2019. Dalam acara ini, PT PP menawarkan apartemen Sudimara Forestwak yang berlokasi di Bintaro, Tangerang Selatan. Tempo/Dias Prasongko

    Stan milik PT Pembangunan Perumahan Tbk. atau PT PP mengelar acara diskusi disela-sela gelaran acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) mulai 27 Juli hingga 4 Agustus 2019. Dalam acara ini, PT PP menawarkan apartemen Sudimara Forestwak yang berlokasi di Bintaro, Tangerang Selatan. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei yang dilakukan Rumah123.com menunjukkan bahwa Bintaro menjadi kawasan yang paling dicari konsumen untuk membeli hunian di wilayah Jabodetabek . Adapun, di posisi berikutnya ditempati oleh Kelapa Gading, Cibubur, dan Serpong.

    Menurut survei ini, Bintaro ditopang dengan keunggulan lokasi yang strategis dan infrastruktur yang memadai. Sehingga, penyerapan hunian mewah di Bintaro menjadi yang paling tinggi jika dibandingkan kawasan lainnya.

    Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik mengatakan lokasi memang masih menjadi faktor terpenting yang menentukan harga dan penyerapan untuk produk hunian mewah.

    “Bintaro dinilai sebagai kawasan yang potensi penyerapan hunian mewahnya masih cukup baik. Harga hunian sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar di Bintaro juga dianggap masih terjangkau,” ujarnya kepada Bisnis, Ahad 22 Desember 2019.

    Menurut Maria, hunian di Bintaro banyak dicari konsumen karena berada di lokasi yang strategis yaitu berdekatan dengan Jakarta. Selain itu, infrastruktur yang memadai juga semakin membuat penyerapan hunian di kawasan tersebut terbilang cukup tinggi.

    “Bintaro merupakan kawasan yang kondisi infrastrukturnya cukup memadai karena ada jalan tol, stastiun KRL Commuter Line, dan dekat dengan MRT. Selain itu, fasilitas publiknya juga cukup lengkap ada banyak sekolah, dan mall,” ucap Maria.

    Lebih lanjut, Maria mengatakan kondisi sektor properti pada 2020 diperkirakan masih cukup berat karena dihadapkan pada tantangan ekonomi global. Meskipun demikian, dia memperkirakan penyerapan terhadap produk hunian mewah masih akan cukup baik jika dibandingkan tahun 2019.

    “Kami melihat ketertarikan pasar untuk properti dengan rentang harga Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar memang mulai bergerak naik. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar bahwa mencari properti atau hunian dengan harga di bawah itu sudah tidak reasonable untuk lokasi tertentu,” kata Maria.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.