Jokowi Minta Ahok Bereskan Persoalan Lahan TPPI Bulan Depan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung rencana pembangunan kawasan TPPI yang akan dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero) menjadi industri petrokimia nasional.  instagram.com/basukibtp

    Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung rencana pembangunan kawasan TPPI yang akan dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero) menjadi industri petrokimia nasional. instagram.com/basukibtp

    TEMPO.CO, Tuban - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menargetkan pengoperasian kilang minyak bekas PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) pada tahun 2023. Khusus persoalan lahan, Jokowi meminta setidaknya pada Januari tahun depan sudah dibereskan.

    Untuk itu, Jokowi meminta Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera menyelesaikan persoalan lahan tersebut. "Tapi saya minta nanti di Januari sudah ada kejelasan mengenai ini, karena ini saya tunggu sudah 5 tahun," kata Presiden Jokowi.

    Komitmen tersebut disampaikan oleh Presiden seusai meninjau kilang TPPI di Tuban, Sabtu 21 Desember 2019.  "Saya sampaikan kepada Menteri BUMN, Dirut [Direktur Utama] Pertamina, dan Komut [Komisaris Utama] Pertamina agar tidak lebih dari 3 tahun, harus rampung semuanya. Mintanya tadi 4 tahun, 3 tahun harus rampung semuanya," ia menekankan.

    Menurut Jokowi, kilang TPPI adalah salah satu kilang yang terbesar di Indonesia. Nantinya, TPPI akan menjadi komplek petrokimia yang terintegrasi menghasilkan produk-produk aromatik dan olefin. Rampungnya pembangunan kilang TPPI itu, kata Jokowi, sekaligus menjadisolusi untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan yang selama ini menjadi persoalan utama Indonesia.

    Seperti diketahui, proyek Kilang Minyak Tuban dengan nilai investasi mencapai Rp199,3 triliun merupakan hasil kerja sama dengan Rosneft. Rencananya, konstruksi proyek kilang TPPI itu akan dimulai pada 2020 dengan target penyelesaian pada 2024.

    Kilang Tuban memiliki kapasitas produksi hingga 300.000 barel per hari. Perencanaan pembangunan Kilang Minyak Tuban ini akan menggunakan konfigurasi petrokimia (terintegrasi dengan TPPI). Saat ini sedang dilakukan seleksi licensor dan General Engineering Design (GED) contractor

    Presiden Jokowi yakin, target pengoperasian kilang TPPI akan dapat tercapai tiga tahun mendatang.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.