Ridwan Kamil: Desain Ibu Kota Baru Pilihan Jokowi Keren

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil mempresentasikan aplikasi Sapa Warga. Kredit: TEMPO/Fikri

    Ridwan Kamil mempresentasikan aplikasi Sapa Warga. Kredit: TEMPO/Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima desain ibu kota negara hasil sayembara sudah dipresentasikan kepada Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat lalu, 20 Desember 2019. Lima desain tersebut merupakan pilihan dewan juri yang terdiri dari 13 orang.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga dewan juri sayembara desain ibu kota negara mengatakan Presiden RI Joko Widodo menyukai semua desain yang dipresentasikan.

    “Keren banget (hasil sayembara desain ibu kota). Pokoknya desain yang disukai Presiden (Jokowi) keren banget,” kata Ridwan Kamil, Minggu, 22 Desember 2019.

    “Pilihan presiden saya kira luar biasa. Insyaallah yang terpilih kami bisa pertanggung jawabkan sebagai dewan juri,” katanya.

    Menurut Ridwan Kamil, ada empat syarat yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan desain ibu kota negara. “Kota ini harus tidak bermasalah. Kedua harus punya identitas, itu yang penting,” ucapnya.

    “Kita tidak mendesain kota baru saja tapi kota baru yang ibu kota. Orang akan bertanya apa bedanya ibu kota Indonesia dengan Brazil atau Jepang (misalnya). Maka keidentitasan muncul di situ, isu sejarah, Pancasila,” ujarnya.

    Ketiga, ibu kota negara harus kontekstual. Artinya, merespons alam, terlebih wilayah yang dipilih untuk menjadi ibu kota baru Indonesia adalah daerah tropis. “Karena dipilihnya di situ, maka rawa-rawa, sungai, gunung, bukit harus dimasukkan sebagai unsur dalam membuat kotanya,” katanya.

    “Yang keempat, adalah urban sistemnya. Orang bisa berjalan kaki, isu lingkungan, smart city, dan lain-lain. Gabungan itu semua harus ada di desain si pemenang itu,” ujarnya.

    Ridwan Kamil menambahkan, karya pemenang sayembara desain ibu kota negara memiliki kesempurnaan sekitar 80 persem. Untuk itu, nantinya, akan ada kolaborasi antara pemenang sayembara dengan hasil karya desain lainnya.

    “Maka rekomendasi juga adalah nanti ada penyempurnaan. Pemenang mungkin 80 persen perfect-lah. Kurang 20 persennya nanti diisi dari juara-juara berikutnya yang kita anggap bisa dimasukan, sehingga nanti jadi kolaborasi,” katanya.

    Pengumuman pemenang sayembara desain ibu kota negara akan dilakukan pada 23 Desember 2019. Pemenang sayembara ditentukan melalui rekomendasi dewan juri dan arahan Presiden RI Joko Widodo.

    “Nanti tanggal 23 (Desember 2019) diumumkan pemenangnya sesuai dengan rekomendasi juri dan arahan presiden. Tanggal 31 (Desember 2019)-nya baru dikasih hadiahnya di malam tahun baru,” kata Ridwan Kamil.

    Pada Agustus 2019 lalu, Pemerintah Pusat telah memutuskan untuk memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan sebagiannya lagi ke Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.

    Pusat pemerintahan Indonesia nantinya akan ada di area sekira 5.000 hektare dari total keseluruhan area sekitar 50 ribuan hektare.

    “Kalau pusat pemerintahan hanya 5.000-an hektar, kalau ibu kotanya sekitar 50 ribuan pengembangannya —definisi pengembangan itu batas-lah ya. Nanti batas administrasi menurut undang-undangnya mungkin 200 ribuan,” ujar Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.