Menhub Minta Calon Dirut Garuda Punya Visi Misi Penerbangan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan BMW Motorrad terparkir dalam acara peluncuran pesawat teranyar Garuda Indonesia, Airbus A330-900 Neo. Pemecatan tersebut pasca terungkapnya kargo ilegal Harley Davidson dan sepeda Brompton. Instagram/@Maxindomoto.puri

    Deretan BMW Motorrad terparkir dalam acara peluncuran pesawat teranyar Garuda Indonesia, Airbus A330-900 Neo. Pemecatan tersebut pasca terungkapnya kargo ilegal Harley Davidson dan sepeda Brompton. Instagram/@Maxindomoto.puri

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan kriteria calon Direktur Utama PT Garuda Indonesia Persero Tbk. versi kementeriannya. Ia meminta bos yang akan memimpin perseroan pelat merah itu punya visi dan misi penerbangan.

    "Kami lihat, dia punya enggak visi-misi tentang penerbangan. Tapi secara keseluruhan itu domainnya ada di Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara)," ujar Budi Karya seusai meninjau lalu-lintas mudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019.

    Artinya, menurut Budi Karya, kementeriannya hanya akan memberikan masukan terkait pandangan calon dirut Garuda Indonesia dalam memimpin perusahaan. Adapun keputusan final penentuan nama dirut sepenuhnya menjadi wewenang Kementerian BUMN.

    Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan keputusan nama Dirut Garuda Indonesia akan diumumkan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB. RUPSLB rencananya digelar pada Januari 2020.

    Selain menunjuk direktur utama, Erick Thohir akan mengumumkan empat direktur definitif. Di antaranya Direktur Teknik dan Layanan, Direktur Human Capital, Direktur Operasional, serta Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha.

    Sejumlah kursi jabatan direktur ini kosong selepas Erick melakukan aksi bersih-bersih perusahaan pelat merah. Lima direktur Garuda Indonesia, termasuk direktur utama, dipecat karena terlilit kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton.

    Adapun untuk menentukan dua direktur itu, yakni Direktur Operasional serta Direktur Teknik dan Layanan, Kemenhub memiliki wewenang khusus. Budi Karya Sumadi menyebut pihaknya berhak mengadakan tes uji kelayakan dan kepatutan untuk dua posisi itu yang nantinya akan menjadi key person dan tercatat dalam Surat Izin Usaha Penerbangan atau SIUP.

    "Tanpa persetujuan kita, tidak boleh (dilakukan pengangkatan Direktur Teknik dan Layanan serta Direktur Operasi)," ucapnya.  

    Budi Karya mengakui, saat ini sudah ada calon direktur Garuda untuk dua posisi tersebut yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Keduanya adalah Tumpal Manumpak Hutapea dan Mukhtaris.

    Mereka menjalani tes uji kelayakan dan kepatutan untuk menempati posisi saat ini. Tumpal Manumpak Hutapea kini menjadi Penjabat Direktur Operasi dan Mukhtaris sebagai Penjabat Direktur Teknik dan Layanan.

    Meski demikian, Budi Karya tak bisa memastikan apakah keduanya bakal menjadi direktur definitif kala RUPSLB nanti. "Kami belum tahu lanjut atau tidak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?