Terima Anugerah Revolusi Mental, Sri Mulyani Ungkap Rahasianya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri Mulyani mengatakan, secara tahunan belanja negara hanya tumbuh sebesar 4,5 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tumbuh 11,9 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Gestur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri Mulyani mengatakan, secara tahunan belanja negara hanya tumbuh sebesar 4,5 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tumbuh 11,9 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan rahasia kementeriannya berhasil menyabet penghargaan Anugerah Revolusi Mental dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Kemenko PMK. Menurut Sri Mulyani, kunci kesuksesannya ialah menjaga kesatuan dan persatuan.

    "Kami rasakan pentingnya jaga persatuan dan kesatuan. Kuncinya gimana pentingnya kami jadi perekat bangsa," ujar dia seusai menerima penghargaan di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Desember 201

    Sri Mulyani mengatakan saat ini kementeriannya memiliki 87 ribu staf yang tersebar di seluruh Indonesia. Pegawai Kementerian Keuangan tersebut memiliki pelbagai latar belakang suku dan agama. Mereka juga bermuasal dari seluruh daerah di Indonesia.

    Kondosi ini, ujar dia, tentu menjadi tantangan tersendiri. Sri Mulyani menyatakan perlunya menanamkan semangat multikultural di lingkungan kementeriannya untuk menciptakan instansi yang berbhineka.

    Di sisi lain, ihwal tugas utama kementerian yang mengurusi tata kelola keuangan negara, Sri Mulyani menginginkan Kementerian Keuangan ke depan menjalankan tugas tak hanya menyusun keuangan. Namun juga mengedukasi penggunaannya.

    Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy mengatakan pemberian penghargaan kepada Kementerian Keuangan ini sejalan dengan terbitnya Indeks Capaian Revolusi Mental atau ICRM. ICRM adalah langkah awal untuk mengimplementasikan visi dan misi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden

    "Mudah-mudahan ini adalah lamgkah menuju Indonesia maju," katanya di tempat yang sama. Muhadjir menerangkan, pemberian anugerah terhadap Kementerian Keuangan telah melalui diskusi yang panjang dan melibatkan sejumlah juri. Juri-juri tersebut terdiri atas pakar, Kemenko PMK, hingga Badan Pusat Statistik atau BPS.

    Adapun instrumen penilaian pemberian anugerah ini meliputi beberapa unsur. Di antaranya tindakan fundamental yang telah dilakukan, perubahan dan dampak positif terhadap masyarakat, dan pengaruh ruang-ruang keadilan sosial terhadap masyarakat sekitar.

    Selain kepada Kementerian Keuangan, penghargaan ini diberikan pula kepada pelbagai unsur lembaga, pemerintah provinsi, badan usaha. Penghargaan juga disampaikan kepada koperasi dan non-koperasi, serta organisasi sosial.

    Muhadjir berharap, ke depan, gerakan revolusi mental akan makin masif digalakkan. Adapun sasaran yang menjadi target dari adanya gerakan revolusi ini adalah perubahan mental secara keseluruhan.

    "Nantinya akan ada perubahan cara pandang, sikap, dan tindakan. Jadi mental dulu yang harus mengalami perubahan. Misalnya perubahan yang tidak baik menjadi baik," ujarnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.