Putra Ketiga Yasonna Laoly Rambah Bisnis Properti di Medan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra ketiga Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Yasonna Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly mengembangkan sayap bisnisnya dengan merambah dunia properti. TEMPO/ Mei Leandha

    Putra ketiga Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Yasonna Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly mengembangkan sayap bisnisnya dengan merambah dunia properti. TEMPO/ Mei Leandha

    TEMPO.CO, Medan - Putra ketiga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly mengembangkan sayap bisnisnya dengan merambah dunia properti. Presiden Direktur PT Kani Jaya Sentosa ini, menggandeng Chairman Samera Propertindo, Adi Ming E. Yamitema sebelumnya dikenal sebagai pengusaha di bidang infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

    Adapun Samera Propertindo sudah dikenal sebagai perusahaan properti kawakan. Sejak 2004, Samara Propertindo menggarap Villa Samera, De Casa Villa, Padma Village, The Suite, dan sejumlah properti lain yang selalu laris manis karena punya konsep unik dan berbeda.

    Dua sekawan Yamitema dan Adi lalu sepakat mendirikan anak perusahaan dengan bendera PT Samera Kani Jaya. Penandatanganan kerjasama dilakukan keduanya di Medan pada Kamis, 19 Desember 2019.

    "Sepuluh tahun lalu, kami belum kenal Pak Adi. Tapi saya ingat, pernah berdiri di depan proyek perumahan namanya J City. Dalam hati saya bergumam, hebat benar perumahan ini. Suatu hari nanti, mudah-mudahan saya bisa buat properti seperti ini. Eh, ternyata, kerjasamanya melalui beliau," ucap Yamitema kepada Tempo di Medan pada Jumat, 20 Desember 2019.

    Untuk tahap awal, kawasan perumahan akan dibangun di atas tanah seluas 10 hektare yang akan dikembangkan hingga total mencapai 20 hektare. Namanya, Sam City. Letaknya di kawasan Marendal, Kecamatan Medanpatumbak, sekira 10 kilometer dari pusat Kota Medan. Ini wilayah potensial yang sedang berkembang. Sam City akan diresmikan pada Januari 2020, sebagai "pecah telur" dibangun 177 unit rumah dengan harga mulai Rp 250 juta.

    ”Target kami, 177 unit itu terjual habis dalam sebulan. Lima tahun kemudian, sudah terbangun 1.000 unit. Kami mau buat di Marendal itu sentralnya di Sam City," kata Adi Soal strategi pasar apa yang membuat Adi begitu optimis kalau 177 unit rumah akan habis dalam sebulan.

    "Sebenarnya, 177 unit itu habis dalam sebulan, biasa aja... Kami pernah launch J Metropolis, dua minggu habis 360 lebih. Jadi kita bukan optimis yang tidak berdasar, kami cukup yakin. Kalau ditanya apakah sudah ada pasarnya, saya yakin, tim marketing sudah punya base customer-nya dan 177 itu tidak terlalu besar," tutur Adi.

    Selain mengembangkan Sam City yang menelan investasi sebesar Rp 100 miliar, Samera Propertindo tengah menyiapkan dua proyek anyar lain di 2020 mendatang. Proyek tersebut adalah de Samera, hunian mewah seharga Rp 3 miliar dengan jumlah yang sangat terbatas dan Samera Suites, apartemen khusus milenial sebanyak 100 unit. Samera Suites menjadi proyek properti berupa hunian vertikal pertama yang dikembangkan oleh Samera
    Propertindo.

    Adi yakin, industri properti khususnya di Kota Medan akan terus menggeliat. Isu resesi yang akan terjadi pada 2020, menurutnya, tidak akan menyentuh sektor properti secara langsung. Soalnya, properti membidik pasar domestik yang selalu menjadi kebutuhan. Kalaupun benar terjadi resesi di 2020 berdasarkan indikator perang dagang Amerika dengan Cina, Adi yakin efeknya tidak akan menyentuh sektor properti. Dampak perang dagang akan
    dirasakan oleh eksportir, importir dan komoditas.

    Adapun Yamitema mengatakan jika bisnis properti dibilang lesu, bukan berarti bisnis tersebut mati atau tidak ada pasarnya. "Dengan keahlian Bapak Iming, kami malah melihat peluang di sini. Makanya kami munculkan project ini," ujar putera Yasonna Laoly ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.