Hari Ini IHSG Ditutup Menguat Seiring Fenomena Reli Sinterklas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri pekan di teritori positif seiring fenomena "Santa Claus rally" atau reli Sinterklas, Jumat, 20 Desember 2019.

    IHSG ditutup menguat 34,44 poin atau 0,55 persen ke posisi 6.284,37. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 8,82 poin atau 0,87 persen menjadi 1.018,32.

    "Bulan Desember adalah bulan yang bullish bagi IHSG karena mendapatkan katalis positif dari aksi window dressing maupun Santa Claus rally. Apalagi penguatan IHSG ini telah terjadi sejak 29 November lalu," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta.

    Fenomena Santa Claus rally adalah meningkatnya harga saham di pekan terakhir Desember dan awal Januari.

    Di sisi lain, lanjut Nafan, stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan memberikan efek positif bagi meningkatnya kepercayaan para pelaku pasar untuk masuk ke pasar modal.

    Bahkan, para pelaku pasar sangat mengapresiasi Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan dalam rangka mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi nasional.

    Sementara dari perkembangan global bahwa market sangat mengapresiasi gencatan tarif antara AS versus Cina, meredanya sentimen perang dagang, melemahnya pengaruh negatif dari rezim proteksionisme, dan dukungan kuat dari para senator AS terhadap Presiden Donald Trump untuk menghadapi proses pemakzulan dari Partai Demokrat, serta berkurangnya sentimen no deal Brexit.

    Dibuka menguat, IHSG tak bertahan lama di zona positif. IHSG terus melemah namun akhirnya kembali menguat jelang penutupan perdagangan saham.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual beli bersih atau "net foreign buy" sebesar Rp2,79 triliun.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 474.559 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,58 miliar lembar saham senilai Rp13,18 triliun. Sebanyak 170 saham naik, 239 saham menurun, dan 146 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 48,22 poin atau 0,2 persen ke 23.816,63, indeks Hang Seng menguat 70,86 poin atau 0,25 persen ke 27.871,35, dan indeks Straits Times melemah 4,97 poin atau 0,15 persen ke posisi 3.212,39.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.