Mantan Dirjen Pajak Jadi Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan meninjau Kantor Pelayanan Pajak Madya, Jakarta Pusat pada Sabtu, 31 Maret 2018. Tempo/Zara Amelia

    Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan meninjau Kantor Pelayanan Pajak Madya, Jakarta Pusat pada Sabtu, 31 Maret 2018. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melantik Pejabat Anggota Komite Pengawas Perpajakan 2019-2022. Salah satu yang dilantik sebagai anggota Komite adalah mantan Direktur Jenderal Pajak, Robert Pakpahan, dengan posisi Wakil Ketua. 

    Selain Robert, mantan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo juga didapuk sebagai Ketua Komite Pengawas Perpajakan. "Komite ini  diharapkan dapat memberikan input positif dalam upaya reformasi struktural," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta pada Jumat 20 Desember 2019.

    Sri Mulyani menuturkan, di tengah tekanan berat perekonomian global, instrumen perpajakan berperan penting dalam perekonomian. Adanya tekanan global yang berat berdampak pada menurunnya kepercayaan terhadap prospek kebijakan negara. Kondisi ini juga akan menurunkan minat investasi.

    Ia melanjutkan, instrumen pajak bukan hanya digunakan pada fungsi pengumpulan. Komponen penerimaan ini harus digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Guna menutupi potensi penurunan investasi, instrumen perpajakan harus mampu dimaksimalkan negara. Untuk itu, reformasi secara struktural perlu dilakukan. Hal tersebut mencakup kebijakan dari sisi administrasi, bisnis, Sumber Daya Manusia, hingga ke teknologi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.