Lantik Pejabat, Sri Mulyani Ingatkan Bea Cukai Lebih Waspada

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dan Anggota DPRRI Komisi XI menunjukkan kepada awak media onderdil dan suku cadang motor Harley Davidson serta sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dan Anggota DPRRI Komisi XI menunjukkan kepada awak media onderdil dan suku cadang motor Harley Davidson serta sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini melantik sejumlah Anggota Komite Pengawas Perpajakan, Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional di lingkungan Kemenkeu. Pada pelantikan itu, Sri Mulyani mengingatkan kepada seluruh jajaran, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk lebih mewaspadai serbuan barang ilegal.

    "Saya juga ingin sampaikan pesan bapak presiden (Presiden Joko Widodo), agar kita menjadi penjaga perekonomian dari sebuan barang-barang ilegal mapupun impor akibat terjadinya perang dagang," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

    Menurut dia, Kementerian Keuangan harus mempu menjaga perekonmmian agar tetap bisa tumbuh kompetitif. "Tidak tertutup dan inefisien, tapi berbuka kompetitif. Namun, juga waspada terhadap sebuan barang-barang yang sifatnya ilegal, maupun barang-barang yang melalui proses produksi yang tidak fair play field," kata dia.

    Karena itu, Sri Mulyani berharap, terutama untuk jajaran Bea dan Cukai, untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang akhir tahun dan dalam menjaga perekonomian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.