Kembangkan Bandara, Investasi Rp 20 Triliun Siap Masuk Batam

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Montigo Resorts Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

    Montigo Resorts Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

    TEMPO.CO, Jakarta - Investasi senilai kurang lebih Rp 20 triliun siap masuk Batam Kepulauan Riau untuk pengembangan kawasan Bandar Udara Internasional Hang Nadiem.

    Wali Kota ex-Officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi menyampakan bahwa investor ini membawa investasi sekitar Rp 20 triliun, dan bergerak di industri penerbangan.

    Rencana tersebut bahkan sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Investor ini diyakini akan membuka lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja kurang 10 ribu orang.

    Perusahaan itu diantaranya akan membangun Maintenance Repair, Overhaul (MRO) dan pabrikasi pesawat. Rudi mengonfirmasi nilai investasi tersebut setelah pihaknya bertemu dengan calon investor.

    "Ini masuk kategori sangat besar. Modalnya Rp 20 triliun. Mereka akan membangun MRO dan pembuatan pesawat di Batam," ungkap Rudi.

    Rudi mengajak warga Kecamatan Nongsa, menyiapkan diri. Sehingga dapat direkrut sebagai tenaga kerja untuk mendukung pengoperasian perusahaan investor itu. Warga didorong untuk ikut pelatihan jika balai latihan kerja (BLK) sudah selesai dibangun, di Nongsa.

    "Di Nongsa, akan dibangun Balai Latihan Kerja (BLK). Sehingga saya harap warga Nongsa, semua masuk ke balai latihan. Agar semua bisa maju. Tapi tidak begitu saja masuk. Kita butuh pendidikan dasar. Sehingga bisa mengikuti pelatihan sesuai dengan kebutuhan," kata Rudi.

    Sebelumnya, Lion Air dan Garuda Indonesia membangun MRO di Bandara Hang Nadim. Kemudian, Ilham Habibie juga berencana mengucurkan investasi dengan membangun industri penerbangan di bandara tersebut.

    Kemudian ada calon investor asal Amerika Serikat meminta disiapkan lahan sekitar 30 hektare di Hang Nadim. Rudi tidak menyebutkan secara pasti calon investor yang memiliki modal besar tersebut.

    Sebelumnya, BP Batam saat dipimpin oleh Edy Putra Irawadi, mengungkapkan calon investor AS berencana menyewa lahan seluas 30 hektare, mereka akan membangun pabrik rekondisi pesawat.

    "Saya sudah ditelepon pak Richard (calon investor) untuk menyediakan lahan 20 hektare. Mereka akan buat industri komponen pasar ekspor untuk pesawat," ujar Edy ketika itu.

    Airbus melalui President Asia Pacific Airbus Jean Marck Nasr juga melakukan penjajakan rencana investasi perawatan pesawat di Batam. Rencananya, manajemen Airbus akan kembali datang ke Indonesia untuk membawa proposal kerja sama lebih detail.

    Sementara perusahaan yang membuat industri komponen pesawat dan mensuplainya ke pesawat airbus Unico,Inc juga sudah berkunjung ke Kabil, Batam. Edy menyebutkan, Unico tengah mencari lokasi yang komprehensif di Batam. Batam terpilih karena akan memfokuskan pada pengembangan gudang logistik yang akan memudahkan distribusi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.