Jadi Embarkasi Haji, Kertajati Tinggal Tunggu Izin dari Saudi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas jemaah umroh, yang diterbangkan perdana dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) langsung menuju Madinah, di BIJB Kertajati Kabupaten Majalengka, Sabtu, 13 Oktober 2018. (dok Pemprov Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas jemaah umroh, yang diterbangkan perdana dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) langsung menuju Madinah, di BIJB Kertajati Kabupaten Majalengka, Sabtu, 13 Oktober 2018. (dok Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penunjukan resmi Bandara Kertajati di Majalengka sebagai bandara embarkasi untuk penerbangan haji 2020 masih terkendala satu syarat. Satu-satunya syarat yang belum terpenuhi adalah izin dari otoritas penerbangan Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA). 

    Saat ini Izin dari otoritas penerbangan Saudi ini terkait slot pendaratan tambahan dari Kertajati menuju Mekkah dan Madinah. "Kalau GACA oke tahun ini, kita pakai Kertajati [sebagai penerbangan Haji 2020]," kata Menteri Agama Fachrul Razi di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu 18 Desember 2019.

    Fachrul optimistis, Bandara Kertajati dapat digunakan sebagai embarkasi penerbangan haji mulai 2020.

    Sebelumnya, masalah panjang landasan yang menjadi penghambat penetapan penggunaan Kertajati pada musim haji 2019 telah diselesaikan."Kita kuatkan tekat [Bandara] Kertajati harus dipakai," kata Fachrul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.